Suhardiman
Senin, 28 September 2026 | 11:58 WIB
Wali Kota Medan Rico Waas dan narasumber Financial Inclusion for Women Enterprenuers by DBS Foundation. [Ist]
Baca 10 detik
  • DBS Foundation bersama Mercy Corps Indonesia dan Pemkot Medan menggelar pelatihan kewirausahaan bagi ratusan UMKM perempuan pada 27 September 2026.
  • Program setahun ini sukses menjangkau puluhan ribu peserta di tiga kota untuk meningkatkan literasi keuangan dan digitalisasi usaha.
  • Wali Kota Medan Rico Waas menyatakan apresiasi serta komitmen penuh dalam mendukung pendampingan lanjutan bagi pengembangan usaha perempuan.

SuaraSumut.id - DBS Foundation bersama Yayasan Mercy Corps Indonesia, dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Medan, menggelar Learning Event sebagai bagian dari program Financial Inclusion for Women Entrepreneurs powered by DBS Foundation, Minggu (27/9/2026).

Direktur Eksekutif Mercy Corps Indonesia, Ade Soekadis, mengatakan kegiatan ini mengundang 800 pelaku UMKM perempuan Kota Medan untuk dibekali berbagai topik.

"Misalnya literasi keuangan, digital marketing, literasi digital, pengembangan usaha dan sebagainya sehingga mereka mendapat bekal berbagai materi supaya bisa diterapkan untuk mengembangkan bisnis yang sedang dijalani," katanya.

Ada mengatakan, kegiatan bertujuan meningkatkan ketahanan keuangan perempuan pelaku UMKM termasuk meningkatkan literasi keuangan sehingga para perempuan pelaku UMKM bisa lebih mengembangkan bisnis, mengelola keuangan dengan lebih baik.

Misalkan bagaimana mencari, menghitung harga pokok produksi sehingga menjual untuk mendapatkan untung serta bagaimana menjangkau lebih banyak konsumen dengan melakukan digital marketing dan seterusnya.

"Kegiatan ini sudah berjalan satu tahun berlangsung di tiga Kota, yakni Medan, Semarang dan Surabaya dengan target total peserta 40 ribu pelaku UMKM perempuan periode Oktober 2025 sampai September 2027," ujarnya.

Setelah program ini berjalan satu tahun, secara menyeluruh telah menjangkau 20.122 perempuan pemilik dan pengelola UMKM di tiga kota tersebut.

Sebanyak 16.286 peserta mengalami peningkatan pengetahuan literasi keuangan, pengembangan usaha dan digitalisasi. Selain itu, 5.773 peserta telah mengakses literasi digital dan kanal pemasaran digital serta 1.763 peserta telah mengakses produk dan juga layanan keuangan.

"Kami laporkan bahwa satu tahun program ini berjalan, telah menjangkau 6.650 perempuan pelaku UMKM di Kota Medan. Tentunya di tahun kedua kami harapkan meningkat lebih banyak lagi untuk menjadi peserta program ini," ucapnya.

Dengan program ini para perempuan pelaku UMKM telah menunjukkan kemampuan peningkatan kemampuan untuk mengelola keuangan usaha, menghitung harga pokok penjualan, memanfaatkan media sosial dan kanal digital untuk pemasaran, serta memahami berbagai produk dan layanan keuangan formal.

Terpenting bukan hanya pengetahuan, para perempuan pelaku UMKM ini bisa mengimplementasikan pengetahuan untuk diterapkan dalam pengelolaan usaha bisnis termasuk mengambil keputusan dalam bisnis sehari-hari.

"Capaian ini tidak mungkin kami lakukan sendiri, melainkan hasil kolaborasi yang luar biasa. Mercy Corps Indonesia percaya bahwa pemberdayaan UMKM perempuan akan lebih berkelanjutan jika dilakukan melalui kemitraan yang saling melengkapi dari berbagai pihak," ungkapnya.

Sesi talkshow menghadirkan narasumber dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan, Mercy Corps Indonesia, akademisi Universitas Sumatera Utara (USU), serta praktisi usaha dan praktisi keuangan.

Program ini melibatkan 39 fasilitator dan menjangkau 21 kecamatan di Kota Medan melalui kemitraan dengan berbagai organisasi, komunitas, koperasi, dan institusi pendidikan lokal. Learning Event diisi bazar UMKM menampilkan 35 booth peserta pilihan program dari sektor craft, makanan dan fashion.

Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Waas menegaskan, Pemkot Medan sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan kegiatan tersebut.

Load More