Suhardiman
Selasa, 29 September 2026 | 12:29 WIB
Ilustrasi pelaku perampokan dan pembunuhan wakil rektor II ITB Indonesia Kabanjahe ditangkap. [Suara.com/Eko Faizin]
Baca 10 detik
  • Polisi menangkap dua pelaku perampokan dan pembunuhan Wakil Rektor II ITB Kabanjahe Asprina Surbakti pada 29 September 2026.
  • Petugas menembak kedua pelaku karena melawan saat penangkapan serta mengamankan mobil korban yang sempat dibawa kabur.
  • Korban sebelumnya ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumahnya di Kabupaten Karo pada 26 September 2026.

SuaraSumut.id - Dua pelaku dugaan perampokan dan pembunuhan terhadap Wakil Rektor II Institut Teknologi Bisnis (ITB) Indonesia Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumut, Asprina Surbakti (38), ditangkap polisi.

Informasi diperoleh, dalam proses penangkapan, polisi terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kedua pelaku. Tindakan tersebut dilakukan lantaran keduanya disebut melakukan perlawanan saat hendak diamankan.

Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi juga mengamankan satu unit mobil Mitsubishi XForce BK 1326 SAD. Mobil tersebut diduga merupakan kendaraan milik korban yang sebelumnya dibawa kabur dari kediamannya di Kompleks J-Kesain, Desa Raya, Kecamatan Berastagi.

Kasi Humas Polres Karo, AKP Pedoman Maha, mengatakan pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua pelaku.

"Iya benar keduanya sudah diamankan," katanya ketika dikonfirmasi SuaraSumut.id, Selasa (29/9/2026).

Usai diamankan, kedua pelaku kemudian menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Satreskrim Polres Karo.

"Informasi lebih lanjut,nanti akan disampaikan saat rilis," kata AKP Pedoman.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Rektor II Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Indonesia Kabanjahe, Asprina Br Surbakti (38) ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Perumahan Je Kesain, Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Asprina ditemukan pada Sabtu, 26 September 2026, sekitar pukul 00.40 WIB. Dalam peristiwa tersebut, satu unit mobil milik korban dilaporkan hilang.

Kejadian ini terungkap setelah keluarga korban merasa khawatir karena Asprina tidak dapat dihubungi sejak Jumat sore, 25 September 2026.

Keluarga yang curiga kemudian datang ke rumahnya. Sesampainya di rumah, keluarga mengetahui kendaraan milik Asprina tidak berada di garasi.

Setelah pintu berhasil dibuka, keluarga dan pihak terkait melakukan pencarian di dalam rumah. Jasad Asprina kemudian ditemukan tergeletak di kamar mandi dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Kontributor : M. Aribowo

Load More