Suhardiman
Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:36 WIB
Ilustrasi influenza A. (dok. ist)
Baca 10 detik
  • Dokter Andrew Adhytia Lieputra menjelaskan lima cara pencegahan penularan influenza A pada Jumat (9/10/2026).
  • Pencegahan meliputi pola hidup sehat, vaksinasi tahunan, penggunaan masker, etika batuk, dan mencuci tangan.
  • Kelompok rentan berisiko mengalami komplikasi serius seperti pneumonia yang membutuhkan pemeriksaan medis lanjutan.

Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol dapat membantu mengurangi risiko penularan.

Influenza menular melalui melalui partikel pernapasan yang dikeluarkan ketika penderita batuk, bersin, berbicara, atau bernapas, terutama saat berada dalam jarak dekat. Setelah masuk ke tubuh, virus menginfeksi sel-sel pada saluran pernapasan dan berkembang biak di sana.

Berbeda dengan influenza biasa, gejala pada tipe A bukan sekadar batuk atau pilek biasa karena biasanya juga disertai demam, menggigil, nyeri tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, serta rasa lelah yang cukup berat. Gejala tersebut umumnya muncul sekitar satu hingga empat hari setelah seseorang terpapar virus.

Meski gejala influenza dapat sembuh dengan baik bagi sebagian orang, anak kecil terutama yang berusia di bawah lima tahun, lansia, ibu hamil, serta pasien dengan penyakit kronis tertentu seperti diabetes, penyakit jantung, penyakit paru, atau gangguan sistem imun memiliki risiko lebih tinggi mengalami influenza berat dan komplikasi.

Salah satu komplikasi yang perlu diwaspadai adalah pneumonia atau radang paru-paru. Selain gejala influenza, pneumonia dapat ditandai dengan sesak atau sulit bernapas, nyeri dada, tampak sangat lemah, kesulitan makan atau minum, dehidrasi hingga penurunan kesadaran.

Pada beberapa kelompok rentan seperti lansia atau pasien dengan gangguan sistem imun, gejala infeksi berat tidak selalu tampak khas.

Pemeriksaan influenza dapat menggunakan rapid antigen test dengan sampel yang diambil dari saluran pernapasan menggunakan swab hidung atau nasofaring.

Pemeriksaan PCR atau pemeriksaan molekuler lainnya juga dapat digunakan untuk mendeteksi virus influenza dengan sensitivitas lebih tinggi, terutama pada pasien dengan gejala berat, pasien yang dirawat di rumah sakit, atau kelompok yang berisiko mengalami komplikasi.

Load More