- Penghuni rumah harus memakai sarung tangan karet sebelum menyentuh bangkai tikus guna menghindari paparan kuman penyakit secara langsung.
- Area sekitar bangkai tikus wajib disemprot disinfektan dan dilarang disapu dalam kondisi kering agar partikel kuman tidak mencemari udara.
- Bangkai tikus yang telah disinfeksi harus dibungkus dua lapis kantong plastik rapat lalu dibuang ke tempat sampah tertutup.
SuaraSumut.id - Menemukan bangkai tikus di rumah memang bikin risih. Namun, jangan buru-buru mengambilnya dengan tangan kosong. Bangkai tikus dan material yang terkontaminasi kotoran, urine, atau air liurnya berpotensi membawa kuman penyebab penyakit.
Tikus dikenal sebagai hewan pengerat yang dapat masuk ke berbagai sudut rumah, mulai dari dapur, gudang, plafon, hingga saluran pembuangan. Berbagai cara dilakukan untuk mengusirnya, termasuk menggunakan perangkap dan racun tikus. Akan tetapi, persoalan tidak berhenti ketika tikus berhasil dibasmi.
Bangkai tikus tetap harus ditangani dengan benar agar risiko paparan kuman dapat diminimalkan. Proses pembersihan yang keliru, seperti menyapu kotoran tikus dalam kondisi kering atau menggunakan penyedot debu, berpotensi membuat partikel yang terkontaminasi beterbangan ke udara.
Lantas, bagaimana cara membuang bangkai tikus dengan aman? Berikut langkah-langkah yang perlu diperhatikan:
1. Gunakan Sarung Tangan Sebelum Menyentuh Bangkai Tikus
Langkah pertama adalah menggunakan sarung tangan karet atau plastik sekali pakai sebelum membersihkan bangkai tikus. Hindari menyentuh bangkai secara langsung, termasuk kotoran, urine, sarang, maupun perangkap yang terkontaminasi.
Jika tersedia, siapkan juga kantong plastik, disinfektan yang sesuai, dan alat pembersih yang diperlukan. Pastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik. Jangan menyentuh wajah, mata, hidung, atau mulut selama proses pembersihan. Apabila tangan atau kulit telanjur bersentuhan dengan material yang terkontaminasi, segera bersihkan menggunakan sabun dan air mengalir.
2. Semprotkan Disinfektan dan Hindari Menyapu Kotoran Kering
Sebelum mengambil bangkai tikus, basahi bangkai dan area di sekitarnya menggunakan disinfektan yang sesuai dengan petunjuk pada label produk. Biarkan cairan bekerja selama waktu kontak yang dianjurkan produsen. Jangan langsung mengangkat bangkai sebelum proses tersebut selesai.
Hal penting lainnya adalah menghindari menyapu atau menyedot debu kotoran tikus dalam kondisi kering. Cara tersebut berpotensi menyebarkan partikel yang terkontaminasi ke udara dan meningkatkan risiko paparan. Gunakan disinfektan sesuai petunjuk pemakaian. Jangan mencampurkan produk pembersih, terutama pemutih dengan amonia atau bahan pembersih yang bersifat asam, karena campuran tersebut dapat menghasilkan gas berbahaya.
3. Masukkan Bangkai Tikus ke Dalam Dua Kantong Plastik
Setelah bangkai dan area sekitarnya didisinfeksi sesuai petunjuk, ambil bangkai menggunakan sarung tangan dan alat bantu yang sesuai jika diperlukan. Masukkan bangkai ke dalam kantong plastik, kemudian ikat hingga tertutup rapat. Setelah itu, masukkan kantong pertama ke kantong plastik kedua dan tutup kembali dengan rapat.
Jika terdapat sarang atau perangkap sekali pakai yang terkontaminasi, penanganannya juga perlu mengikuti panduan disinfeksi yang sesuai. Hindari memasukkan benda yang belum ditangani dengan benar ke dalam kantong. Untuk perangkap yang akan digunakan kembali, bersihkan dan disinfeksi sesuai petunjuk produsen. Jangan melepas sarung tangan sebelum seluruh proses selesai.
4. Buang ke Tempat Sampah Tertutup
Kantong berisi bangkai tikus sebaiknya dibuang ke tempat sampah yang memiliki penutup dan mengikuti ketentuan pengelolaan sampah setempat. Pastikan kantong tidak bocor dan tidak mudah dijangkau anak-anak maupun hewan peliharaan. Jangan meninggalkan bangkai di halaman terbuka atau lokasi yang memungkinkan orang lain bersentuhan dengannya.
Berita Terkait
-
5 Tanda Donat Overproof, Adonan Terlalu Mengembang hingga Kempes
-
5 Tips Menghilangkan Jamur Membandel dan Berbau di Pintu Kulkas
-
Tips Bikin Konten AI di Medsos Biar Lebih Bijak
-
Tips Kejar Marathon Internasional, Tak Cukup Latihan Fisik tapi Juga Perlu Siapkan Finansial
-
Keluarga Urban Punya Kebutuhan Berbeda, Ini Cara Memilih Stroller yang Tepat
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Bedak Marcks Bisa Buat Apa Aja? Ini 3 Kegunaannya untuk Rawat Kulit Wajah
- 4 Body Lotion Malam untuk Mencerahkan dan Melembapkan, Bikin Kulit Lebih Glowing
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Penembakan di Deli Serdang Tewaskan 1 Anggota Ormas, 3 Terduga Pelaku Ditangkap
-
Jetour T2 i-DM Hadir di Medan, Harga Rp 700 Juta
-
Orangutan Sumatera Korban Perdagangan Ilegal di India Akhirnya Pulang ke Indonesia
-
Cara Bersihkan Noda Keringat dari Kasur, Ampuh dan Mudah!
-
Cacing Muncul di Kamar Mandi? Ini 3 Bahan Sederhana untuk Membasminya