- Yayasan Universitas HKBP Nommensen membidik investasi sebesar Rp1 triliun untuk membangun rumah sakit internasional dan *smart campus*.
- Rektor U. Richard A.M. Napitupulu mewisuda 1.005 lulusan pada acara rapat senat terbuka di Auditorium UHN Medan hari Jumat.
- Pihak universitas berfokus meningkatkan kualitas riset, reputasi akademik, infrastruktur, serta SDM demi mencapai target *world-class university*.
SuaraSumut.id - Persaingan perguruan tinggi menuntut Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan tidak hanya mengandalkan reputasi dan sejarah panjang. Pembenahan fasilitas hingga penguatan sumber daya manusia menjadi pekerjaan penting bagi universitas.
Untuk mendukung transformasi tersebut, Yayasan UHN menyiapkan anggaran Rp30 miliar mulai 2026 hingga 2028. Dana sebesar Rp10 miliar per tahun itu dialokasikan untuk memperbaiki sarana dan prasarana kampus.
Ketua Umum Pengurus Yayasan UHN, Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon, menilai
dana itu belum cukup untuk mendorong UHN bersaing dengan perguruan tinggi lain di Sumatera Utara.
"Kita memerlukan suntikan investasi untuk membangun universitas ini. Kita tidak bisa hanya bangga dengan sejarah dan nama besar, tetapi harus memiliki kemauan untuk terus membenahinya,” kata Effendi dalam sambutan pada Rapat Terbuka Senat dalam rangka Wisuda Ahli Madya, Sarjana, Profesi, dan Magister Periode II Tahun 2026 bertema “UHN Peduli Membangun Keunggulan dan Berdampak” di Auditorium UHN, Jumat (23/10/2026).
Dalam acara tersebut, sebanyak 1.005 lulusan diwisuda dan dilantik oleh Rektor UHN Medan, Dr. Richard A.M. Napitupulu, S.T., M.T.
Ia mengatakan, keterbatasan sarana dan prasarana menjadi salah satu persoalan yang perlu segera diatasi. Kondisi ini dinilai memengaruhi daya tarik kampus bagi calon mahasiswa dan orang tua, terutama di tengah persaingan antar perguruan tinggi.
UHN juga masih menghadapi tantangan dalam penerimaan mahasiswa baru. Effendi mengatakan, pihak yayasan berupaya menahan penurunan jumlah mahasiswa, meskipun sejumlah fakultas masih mengalami penurunan. Di sisi lain, Fakultas Kedokteran mencatat pertumbuhan penerimaan mahasiswa lebih dari 30 hingga 40 persen, sedangkan Fakultas Hukum dan Fakultas Teknik disebut masih menunjukkan kinerja yang baik.
Persoalan lain muncul dalam pelaksanaan pembenahan fasilitas. Ia menyoroti lambatnya proses tender perbaikan pada tahun ini sehingga pengerjaan belum rampung ketika kegiatan perkuliahan dan penerimaan mahasiswa baru berlangsung. Akibatnya, hasil pembenahan belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjukkan peningkatan fasilitas kepada calon mahasiswa.
Untuk mempercepat pengembangan kampus, yayasan juga terus berupaya mencari sumber pendanaan melalui investasi serta fasilitas kredit berjangka dari perbankan, baik Bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), bank swasta, maupun lembaga keuangan luar negeri.
Effendi mengatakan, upaya tersebut diperlukan karena pengembangan UHN tidak cukup hanya mengandalkan anggaran rutin. Yayasan juga tengah mengupayakan rencana pembangunan rumah sakit bertaraf internasional bernama Nommensen International Hospital serta pengembangan Smart Campus UHN.
Kedua proyek strategis tersebut diperkirakan membutuhkan total investasi sekitar Rp1 triliun. Menurut Effendi, pengembangan fasilitas pendidikan dan kesehatan itu diharapkan menjadi bagian dari langkah jangka panjang untuk memperkuat daya saing UHN sekaligus memperluas kontribusinya kepada masyarakat.
Tantangan pembenahan UHN juga menjadi perhatian Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt. Dr. Victor Tinambunan. Ia mengingatkan bahwa sejarah panjang dan nama besar universitas harus diikuti kerja nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Victor mengapresiasi berbagai kemajuan yang telah dicapai UHN. Namun, ia menegaskan perlunya pembenahan berkelanjutan, mulai dari kualitas dosen, penelitian, pembelajaran, tata kelola, hingga relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kita tetap perlu berpikir serius dan bekerja lebih sungguh lagi untuk meningkatkan kualitas kampus, kualitas dosen, penelitian, pembelajaran, tata kelola, serta relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UHN Medan, Dr. Richard A.M. Napitupulu, S.T., M.T., menargetkan universitas tersebut menjadi world-class university atau perguruan tinggi kelas dunia.
Tag
Berita Terkait
-
Larang Vape karena Jadi Pintu Masuk Narkoba, Kapolri: Ganja yang Wanginya Khas Pun Bisa Disamarkan!
-
Diskon Sushi Tei dari BRI, Segera Klaim Sebelum Kehabisan
-
Apresiasi Nasabah, BRI Persembahkan Diskon 20 Persen di Lim Jia Kopitiam
-
Diskon Makan di Song Fa Medan dari BRI, Kulineran Mewah Tanpa Bayar Mahal
-
Banding Ditolak, 2 Terdakwa Kasus DJKA Medan Tetap Dihukum 4 dan 5 Tahun Penjara
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
UHN Bidik Investasi Rp1 Triliun untuk Smart Campus dan Rumah Sakit
-
Ribuan Talenta Muda Berpeluang Bangun Karier Lewat Program Magang Nasional BRI
-
Dari Diskon MCU hingga Genomics, Intip Keuntungan Healthcare Privilege BRI dan Prodia
-
Sedekah Energi Tenaga Surya untuk Sumatera Utara, Kolaborasi Al Washliyah-Green Justice Indonesia
-
Imigrasi Sumut Dukung Pengungkapan Penyelundupan Ketamine Senilai Rp3,48 Triliun