Suhardiman
Minggu, 08 November 2026 | 10:51 WIB
Ilustrasi Hujan (Unsplash/Lala Azizli)
Baca 10 detik
  • BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Sumatera Utara berpotensi turun hujan pada tanggal 8 November 2026.
  • Suhu udara di wilayah Sumatera Utara tercatat berkisar antara 14 hingga 32 derajat Celcius sepanjang hari.
  • Sejumlah perairan di Sumatera Utara berpotensi diterjang gelombang tinggi mencapai 2,5 meter pada awal November 2026.

SuaraSumut.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Sumatera Utara, Minggu, 8 November 2026.

Sebagian besar kabupaten dan kota di Sumut diprakirakan didominasi oleh kondisi cuaca hujan ringan hingga berawan sepanjang hari.

Prakirawan BBMKG Wilayah I Putri Afrizal menyampaikan, secara umum cuaca di Sumut pada pagi rata rata berawan dan berpotensi hujan ringan di wilayah Medan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Langkat, Nias Barat, Nias Selatan, Asahan, Batubara, Deli Serdang, Serdang Bedagai dan sekitarnya.

Sementara pada siang hingga sore hari berpotensi hujan ringan hingga sedang hampir merata di wilayah Sumatera Utara. Demikian juga pada malam hari masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang hampir merata di wilayah Sumatera Utara.

"Pada dini hari berawan dan berpotensi hujan ringan di Batubara, Deli Serdang, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara,Labuhanbatu Selatan, Kepulauan Nias, Padang Lawas, Padanglawas Utara dan sekitarnya," katanya, melansir Antara.

BMKG juga menginfokan suhu udara di Sumatera Utara rata rata 14 hingga 32 Derajat Celcius, dengan kelembaban 60 hingga 100 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat Laut dengan kecepatan antara 10 hingga 15 km per jam.

Sebelumnya, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Rizki Fadhillah Pratama Putra menyebutkan sejumlah perairan di Sumatera Utara berpotensi diterjang gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter pada 6 hingga 9 November 2026.

Kondisi angin di utara ekuator Indonesia umumnya bertiup dari Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan 4-13 knot, sedangkan di selatan ekuator Indonesia bertiup dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan 8-21 knot.

Gelombang tinggi berpotensi terjadi di Perairan Barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, dan Perairan Barat Kepulauan Batu.

Load More