IDI Aceh: 60 Paramedis Terkonfirmasi Positif COVID-19

Selama ini layanan di fasilitas kesehatan COVID-19 dan perlindungan terhadap tenaga medis masih lemah. Dampaknya, para tenaga medis yang terpapar dan konfirmasi positif makin hari terus bertambah.

M Nurhadi
Selasa, 04 Agustus 2020 | 12:35 WIB
IDI Aceh: 60 Paramedis Terkonfirmasi Positif COVID-19
Ilustrasi tenaga medis (Unsplash)

SuaraSumut.id - Berdasarkan laporan terkait, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh mencatat setidaknya 60 tenaga medis di Provinsi Aceh  terkonfirmasi positif COVID-19.

"Sampai saat ini yang sudah saya catat, hampir 60 orang yang positif tenaga medis perawat maupun dokter. Jumlah itu akan terus bertambah jika pemerintah tidak memperketat sistem penapisan di setiap fasilitas kesehatan," kata Ketua IDI Aceh Safrizal Rahman di Banda Aceh, Selasa (4/8/2020).

Safrizal menyebutkan, selama ini layanan di fasilitas kesehatan COVID-19 dan perlindungan terhadap tenaga medis masih lemah. Dampaknya, para tenaga medis yang terpapar dan konfirmasi positif makin hari terus bertambah.

Ia juga berpendapat, upaya skrining awal di setiap fasilitas kesehatan harus diperketat. Saat ada pasien masuk maka terdapat prosedur yang jelas dan sejumlah pertanyaan yang disodorkan ke pasien guna melihat seorang pasien itu mengarah ke COVID-19 atau tidak.

Baca Juga:Emak-emak Nekat Lawan Arus di Jalanan Padat, Langsung Diteriaki Takbir

"Kalau memang pasien ini mengarah ke COVID-19 maka langsung dipindahkan ke tempat perawatan COVID-19, kalau yang tidak baru boleh masuk ke fasilitas biasa," ujarnya, melansir Antara.

Bila skrining tidak ketat, kata Safrizal, pasien COVID-19 bisa saja diarahkan ke ruang biasa. Sedangkan di fasilitas biasa petugas akan merawat seperti umumnya, sehingga apabila ternyata kasus tersebut merupakan pasien COVID-19 maka para perawat tersebut juga sangat rawan tertular.

"Dan itu terjadi beberapa sekali dan sering sekali bahkan, lolos pasien masuk ke ruang biasa, ternyata belakangan diketahui COVID-19, sehingga siapa saja berkontak dekat dengan pasien ini harus diperiksa semuanya," katanya.

Ia melanjutkan, dari 60 tenaga medis tersebut sekitar 25 orang merupakan dokter, termasuk di dalamnya peserta program dokter spesialis (PPDS), dan selebihnya perawat. Umumnya petugas yang terinfeksi tidak bergejala, sehingga hanya membutuhkan isolasi mandiri yang diawasi ketat agar tidak menularkan ke orang lain.

"Angka ini fluktuatif ya, akan terus meningkat, karena memang pemeriksaan kita kadang-kadang butuh waktu sedikit lama, mereka diperiksa dan mereka harus diisolasi sementara menunggu hasil swab. Karena kalau mereka bekerja takutnya hasil positif, maka sudah banyak lagi yang harus ditracing," katanya.

Baca Juga:KM Surya Hasil Laut Dilaporkan Hilang, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Sementara beberapa orang (bergejala) dan satu orang dokter sekarang di respiratory intensive care unit (RICU) harus diberikan alat bantu nafas dan sangat memprihatinkan. Meski demikian, sebagian besar tanpa gejala.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini