Indeks Terpopuler News Lifestyle

TikTok Masih Pertimbangkan Monetisasi Konten, Ini Alasannya

Suhardiman Kamis, 17 September 2020 | 13:35 WIB

TikTok Masih Pertimbangkan Monetisasi Konten, Ini Alasannya
Ilustrasi Tiktok. (Pixabay)

Angga mengatakan, ada beberapa hal yang dipertimbangkan, termasuk pembagian pendapatan (revenue).

SuaraSumut.id - Monetisasi bertujuan untuk menjadikan kanal atau konten seorang kreator untuk mendapatkan sejumlah penghasilan.

Namun, TikTok sendiri masih mempertimbangkan untuk memungkinkan adanya monetisasi konten di platformnya.

"Rencana (monetisasi) ini masih dibicarakan di internal dan perlu ditelaah lagi lebih lanjut," kata Head of User and Content Operations TikTok Indonesia, Angga Anugrah Putra, Kamis (17/9/2020).

Angga mengatakan, ada beberapa hal yang dipertimbangkan, termasuk pembagian pendapatan (revenue).

Jika dibandingkan dengan platform video lain, kreator biasanya menyisipkan iklan di tengah-tengah konten videonya.

Sementara TikTok, kata Angga, karena durasi video yang pendek, iklan biasanya hadir di halaman utama (For You Page) pengguna, bukan di laman profil kreator.

"Untuk ads sendiri sudah ada di TikTok, tapi adanya di For You Page-nya, bukan di page kreator," ujarnya.

Angga menyebutkan, bukan hal yang tidak mungkin bagi kreator untuk mencari penghasilan melalui TikTok.

Terdapat salah satu fitur yang memungkinkan pengguna atau penonton untuk berdonasi kepada kreator idolanya.

"Ada livestreaming dimana penonton bisa mengirimkan uang untuk kreator/streamer. Selain itu, TikTok sendiri sangat terbuka dan kreator saat ini pun punya endorsement hingga brand sendiri. (TikTok) sudah jadi home of exposure (untuk brand)," ungkapnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait