alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

AJI: 90 Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis Sepanjang Mei 2020-2021

Suhardiman Senin, 03 Mei 2021 | 13:28 WIB

AJI: 90 Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis Sepanjang Mei 2020-2021
Ilustrasi kekerasan jurnalistik. [AJI]

Kekerasan ini meningkat signifikan dari periode yang sama tahun sebelumnya.

SuaraSumut.id - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mencatat, ada 90 kasus kekerasan terhadap jurnalis sepanjang Mei 2020 hingga 2021. Kekerasan ini meningkat signifikan dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Demikian dikatakan Ketua Divisi Advokasi AJI Erick Tanjung dalam "Peluncuran Catatan AJI atas Situasi Kebebasan Pers Indonesia 2021" di Jakarta, Senin (3/5/2021).

"Dari periode 2020-2021 catatan kami ada 90 kasus kekerasan terhadap jurnalis. Ini meningkat jauh dari periode sebelumnya, yang sebanyak 57 kasus," kata Erick.

Erick mengatakan, kekerasan terhadap jurbalis beragam, mulai dari jaksa, advokat, pejabat, polisi, hingga satpol PP atau aparat pemerintah daerah.

Baca Juga: Doni Monardo soal Larangan Mudik: Pejabat Manapun Dilarang Beda Narasi!

"Pelaku kekerasan beragam, mulai dari advokat, jaksa, pejabat, polisi, satpol PP/aparat pemda, lainnya tidak dikenal," kata Erick.

Ia mengaku, kasus kekerasan yang jadi perhatian AJI dalam setahun terakhir, seperti yang dialami jurnalis Tempo di Surabaya, Nurhadi.

"Saat ini sudah naik ke tahap penyidikan di Polda Jatim, namun belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka," katanya.

AJI telah melaporkan kasus penganiyaan terhadap Nurhadi ke Propam Mabes Polri. Hal ini dikarenakan diduga pelaku dari aparat kepolisian.

AJI juga menyoroti vonis terhadap jurnalis Banjarhits.id/Kumparan di Kalimantan Selatan, Diananta Sumedi.

Baca Juga: Menjelang Lebaran, Pengunjung Tangcity Mall Membludak Abaikan Jaga Jarak

Erick menambahkan, indeks kebebasan pers di Indonesia masih dalam zona merah atau kondisi buruk.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait