- Bandara Kualanamu menambah 151 penerbangan tambahan untuk periode angkutan Lebaran 2026 di Sumut.
- Penerbangan ekstra ini didominasi rute domestik dan dijadwalkan beroperasi antara 13 hingga 30 Maret 2026.
- Bandara mengantisipasi lonjakan penumpang mencapai 24 ribu orang dengan optimalisasi fasilitas dan koordinasi stakeholder.
SuaraSumut.id - Bandara Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), menambah 151 extra flight atau penerbangan tambahan guna mengantisipasi lonjakan penumpang pada periode angkutan Lebaran 2026.
“Terdata ada 151 extra flight selama periode angkutan Lebaran 2026,” kata Manager Corsec Corcom PT Angkasa Pura Aviasi Bandara Kualanamu, M. Hikmat, kepada SuaraSumut.id, Rabu, 11 Maret 2026.
Hikmat mengatakan bahwa saat ini yang mengajukan penerbangan tambahan didominasi rute domestik, seperti Cengkareng dan Palembang. Extra flight itu direncanakan beroperasi mulai 13 hingga 30 Maret 2026.
“Maskapai yang mengajukan penerbangan tambahan di antaranya Garuda Indonesia, Citilink, Super Air Jet, Pelita Air,” ucapnya.
Ia menyebut bahwa lonjakan penumpang diperkirakan mulai 15 hingga 29 Maret 2026, dengan jumlah penumpang datang fdan berangkat diprediksi mencapai 24 ribu orang.
Untuk mengantisipasi potensi kepadatan penumpang, Bandara Kualanamu telah menyiapkan sejumlah langkah strategis yang dilakukan secara terintegrasi bersama seluruh stakeholder kebandarudaraan.
Pertama, optimalisasi operasional terminal dan fasilitas penumpang, antara lain dengan memastikan seluruh konter check-in, security check point, serta fasilitas pelayanan penumpang beroperasi secara maksimal sesuai kebutuhan trafik.
Kedua, penguatan koordinasi dengan seluruh stakeholder bandara, seperti maskapai, ground handling, AirNav, TNI/Polri, serta instansi terkait lainnya guna memastikan kelancaran operasional penerbangan dan pelayanan kepada penumpang.
Ketiga, penambahan personel operasional dan pelayanan, baik dari sisi aviation security, customer service, maupun petugas operasional lainnya untuk membantu kelancaran arus penumpang di area terminal.
Keempat, optimalisasi manajemen arus penumpang dan kendaraan, termasuk pengaturan alur di area keberangkatan, kedatangan, serta akses kendaraan menuju bandara untuk menghindari penumpukan.
Selain itu, Bandara Kualanamu juga melakukan pemantauan operasional secara real-time melalui posko monitoring guna memastikan setiap potensi kepadatan dapat segera diantisipasi dan ditangani dengan cepat.
“Dengan berbagai langkah tersebut, Bandara Kualanamu berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh pengguna jasa bandara,” katanya.