Petani Tapsel Mulai Budidaya Talas Beneng Kualitas Ekspor

Bibit-bibit talas ditanam dengan metode tumpang sari diantara komoditi petani. Hal ini dikarenakan talas ini membutuhkan tegakan pohon (pelindung).

Suhardiman
Senin, 14 Juni 2021 | 11:44 WIB
Petani Tapsel Mulai Budidaya Talas Beneng Kualitas Ekspor
Ilustarsi Talas Beneng Pandeglang, Banten [ANTARA]

SuaraSumut.id - Petani di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mulai melakukan budidaya Talas Beneng asal Pandeglang, Banten, sebagai sumber ekonomi baru di tengah pandemi Covid-19.

"Kami yakin talas ini memberikan harapan baru kehidupan petani," kata Pandapotan Simanjuntak, Ketua Kelompok Tani (Koptan) "Unang Caci Baen Diho" Desa Purba Tua, Tantom Angkola, Tapsel, dilansir Antara, Senin (14/6/2021).

Tahap pertama pihaknya telah menanam 10 ribu bibit Talas Beneng di atas lahan satu dari tujuh hektare lahan yang akan ditanami talas beneng kualitas ekspor ini.

"Targetnya empat bulan setelah penanaman petani sudah bisa panen. Yang di panen itu daunnya. Umbinya dianggap celengan. Terserah tergantung petani kapan umbi mau di panen," katanya.

Baca Juga:Atasi Ketimpangan, Gus AMI Dukung KEK Perdesaan di Teluk Tomini dan Malut

Bibit-bibit talas ditanam dengan metode tumpang sari diantara komoditi petani. Hal ini dikarenakan talas ini membutuhkan tegakan pohon (pelindung).

"Sehingga tidak harus mengganggu komoditi yang sudah ada. Karena talas ini hanya memanfaatkan lahan-lahan kosong (tidur) agar produktif namun memiliki nilai ekonomis," katanya.

Budidaya Talas Beneng ini baru kali pertama pengembangnya di Tapsel (Tantom Angkola) setelah Koptan Ulang Caci Baen Diho "MoU" pengusaha Talas Beneng Pandeglang, Banten.

"Kini sudah ada 10 petani Tantom Angkola yang mau bermitra. Tidak tertutup kemungkinan bagi pemerintah maupun petani lain di Tapsel (kalau mau) bermitra. Kita siapkan bibit sekaligus menampung hasil panen," katanya.

Ia mengaku, untuk bibit Rp 3500 per pohon (tidak beda dengan harga di Pandeglang Banten). Koptan nantinya menampung hasil panen daun basah talas Rp 1.000 per kg. Empat lembar daun basah bisa mencapai berat 1 kilogram (kg).

Baca Juga:15 Tahun Sengkarut GKI Yasmin Bogor, Menag Gus Yaqut Minta Segera Selesaikan Ini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini