facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pak Kapolda Tolong, Pria di Medan Babak Belur Dianiaya, Diculik Sejumlah Orang

Suhardiman Rabu, 02 Februari 2022 | 14:08 WIB

Pak Kapolda Tolong, Pria di Medan Babak Belur Dianiaya, Diculik Sejumlah Orang
ilustrasi penganiayaan, korban penganiayaan. [Envato Elements]

Anto disebut dianiaya hingga babak belur menggunakan kayu dan tali tambang.

SuaraSumut.id - Kejadian mencekam dialami seorang pria bernama Eryanto alias Anto (44) warga Jalan Bromo Ujung, Medan. Pada Jumat (28/1/2022), Anto yang sedang berada di rumah teman wanitanya di daerah Martubung, dijemput sejumlah orang.

Anto disebut dianiaya hingga babak belur menggunakan kayu dan tali tambang. Puas menghajar korban, sejumlah orang itu lalu mengantar korban kembali ke rumahnya.

"Para pelaku menculik, menyiksa saya, merampok uang serta ponsel, kata Anto kepada SuaraSumut.id, Rabu (2/2/2022).

Pelaku menganiaya korban diduga terkait keributannya dengan teman wanita berinisial P di kawasan Martubung, masalah utang piutang.

Baca Juga: Kisah Nenek Nurhasanah Tertinggal Keluarganya Saat Nonton Lampion di Pasar Gede, Berakhir Haru Saat Diantar Pulang

"Aku meminta utang Rp 5,8 juta sama P. Habis itu dia mau pergi sama pria lain, mau foya-foya terserah," ungkap Anto.

Saat berada di rumah teman wanitanya itu, Anto melihat ada satu unit mobil berisi sejumlah orang.

"Turun empat orang laki-laki dari dalam mobil, terus aku dipukuli, aku dimasukan ke dalam mobil," ujarnya.

"Selama di jalan aku dihajar di dalam mobil. Yang satu bilang preman, yang satu bilang kakakku kau sekap, yang satu (mengaku) intel polisi, ditunjukkannya lencananya pakai rantai itu," jelasnya.

Korban ternyata dibawa oleh pelaku ke kawasan Sicanang Medan Belawan. Korban hanya bisa memperhatikan dan menahan rasa sakit.

Baca Juga: Sidang Lanjutan Kasus Dugaan Teroris dengan Terdakwa Munarman, Saksi Eks Laskar FPI Akui Lapor Polisi Minta Izin Acara

Dia tak berdaya melawan para pelaku yang salah satunya mengaku oknum polisi.

"Sesampainya di Sicanang, aku diturunkan, disiksa lagi, diikat terus dimasukkan ke dalam teras," kata korban.

"Kemudian di bukaknya dompetku, dilihatnya dan ditanyanya aku orang media, saya jawab iya. Langsung muka saya ditunjangnya, dibilangnya ngaku-ngaku orang media pula kau," jelasnya.

Usai menghajar korban hingga bonyok, pelaku kemudian menyeret korban ke Polres Pelabuhan Belawan.

"Aku dibawa ke ruang juper, disuruh aku telepon keluarga, disuruh berdamai perkara percintaan, siap damai aku dibawa pulang," kata Anto.

Setelah kejadian ini, korban membuat laporan ke Polda Sumut, pada Sabtu (29/1/2022). Laporan korban tertuang dalam nomor STTLP/B/175/I/2022/SPKT/Polda Sumatera Utara.

"Saya memohon kepada bapak Kapolda Sumatra utara agar mengungkap kasus yang saya alami ini, dan menindak tegas oknum yang terlibat," harapnya.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, pihaknya telah menerima laporan korban dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Terkait keterlibatan oknum polisi, Paminal Polda Sumut sedang mendalaminya," pungkasnya.

Kontributor : M. Aribowo

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait