facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bayi Diduga Terinfeksi Hepatitis Meninggal di RSUP Adam Malik, Ini Penjelasan Dokter

Suhardiman Selasa, 17 Mei 2022 | 14:59 WIB

Bayi Diduga Terinfeksi Hepatitis Meninggal di RSUP Adam Malik, Ini Penjelasan Dokter
dr Ade Rachmat Yudiyanto SpA Ketua Tim Dokter Penanganan Hepatitis Akut RSUP HAM. [Ist]

Dari hasil pemeriksaan darah terhadap bayi, kata Ade, didapati adanya kuman bakteri yang menginfeksi bayi.

SuaraSumut.id - Seorang bayi berusia 8 bulan meninggal dunia di RSUP Haji Adam Malik Medan (RSUP HAM), Sabtu (14/5/2022). Bayi bernama Liana itu sempat menjalani perawatan selama sepekan.

Demikian dikatakan dr Ade Rachmat Yudiyanto, Ketua Tim Dokter Penanganan Hepatitis Akut RSUP HAM kepada wartawan, Selasa (17/5/2022).

"Bayi yang kemarin sempat disangkakan hepatitis benar sudah meninggal dunia," katanya.

Dari hasil pemeriksaan darah terhadap bayi, kata Ade, didapati adanya kuman bakteri yang menginfeksi bayi.

Baca Juga: Berikut 9 Saksi dari Pejabat dan Staf Pemkab Bogor yang Diperiksa di Kasus Dugaan Suap Ade Yasin

"Dengan keadaan ini sudah kita coba lapor ke internal, tim Pemprov sudah melaporkan hasil penemuan dari hasil kultur darah. Saat ini sudah sampai ke IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). Semoga IDAI merilis bahwa kasus ini mudah-mudah jauh dari hepatitis," ujar dr Ade.

Diagnosa akhir bahwa bayi meninggal karena gagal nafas yang disebabkan oleh adanya radang pada paru-parunya.

"Ditambah lagi ada gangguan sirkulasi dalam jantungnya yang disebabkan oleh infeksi bakteri tadi," ujarnya.

Bayi tersebut menjalani perawatan pada Sabtu 7 Mei 2022. Selama perawatan kondisi bayi terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.

Hepatitis sendiri disebabkan oleh virus, sedangkan pada bayi tersebut terinfeksi bakteri.

Baca Juga: Lebih Memilih Mars Partai Daripada Cocomelon, Balita Ini Disebut Cocok Jadi Kader Hary Tanoe

"Kecenderungan itulah menuntun kita kalau ini bukan infeksi viral (hepatitis misterius) saat ini. Sejauh ini kita gak berharap lagi ke depannya ada kasus yang lain," tandasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait