facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

BMKG Ingatkan Bahaya Gelombang 5,5 Meter di Pantai Barat Aceh

Suhardiman Kamis, 07 Juli 2022 | 10:21 WIB

BMKG Ingatkan Bahaya Gelombang 5,5 Meter di Pantai Barat Aceh
Ilustrasi kapal nelayan (foto:riaulink)

Tingginya gelombang laut juga berdampak terhadap aktivitas nelayan yang akan melaut untuk mencari ikan, karea ditambah dengan hembusan angin kencang.

SuaraSumut.id - BMKG mengingatkan bahaya gelombang tinggi di wilayah Pantai Barat Aceh, khususnya Aceh Barat, mencapai lima meter.

Peringatan ini disampaikan oleh Prakirawati Stasiun BMKG Bandar Udara Cut Nyak Dhien Nagan Raya, Almira Apriliyanti, melansir Antara, Kamis (7/7/2022).

"Kondisi gelombang laut sejak Rabu hingga Jumat masih tinggi, maksimal gelombang tinggi mencapai 4 hingga 5,5 meter," katanya.

Tingginya gelombang laut juga berdampak terhadap aktivitas nelayan yang akan melaut untuk mencari ikan, karea ditambah dengan hembusan angin kencang.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Ricuh di Ponpes Shiddiqiyyah Jombang, Upaya Penangkapan MSAT Diadang Massa

Selain itu, kondisi tingginya gelombang tersebut juga berdampak terhadap aktivitas pelayaran kapal.

Selain faktor gelombang tinggi, terhadap cuaca buruk seperti angin kencang dan hujan lebat di wilayah pantai barat selatan Aceh, juga disebabkan oleh adanya Madden Julian Oscillation (MJO).

MJO, kata dia, merupakan aktivitas intra seasonal yang terjadi di wilayah tropis yang dapat dikenali, berupa adanya pergerakan aktivitas konveksi yang bergerak ke arah timur dari Samudera Hindia ke Samudera Pasifik.

"Fenomena MJO ini biasanya muncul setiap 30 sampai 40 hari," katanya.

MJO ini jika aktif di wilayah Indonesia, maka akan berdampak ke aktivitas konvektif yang ada di Indonesia yang dapat menyebabkan cuaca buruk, kata Almira.

Baca Juga: Kasus Korupsi Proyek Fiktif Tata Ruang Wilayah, Sekda Bengkulu Tengah Ditahan

Untuk itu, pihahknya mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di pesisir barat-selatan Aceh.
"Diharapkan selalu berwaspada adanya potensi gelombang tinggi laut dan ditambah pemukiman rumah warga yang sangat dekat dengan pantai," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait