Respons Bobby Nasution soal Viral Guru SMPN 15 Medan Ngaku Diintimidasi-Gaji Ditahan Kepala Sekolah

Selain itu, Bobby juga mendapat laporan bahwa oknum guru ini mengajar di sekolah swasta juga.

Suhardiman
Kamis, 21 September 2023 | 11:34 WIB
Respons Bobby Nasution soal Viral Guru SMPN 15 Medan Ngaku Diintimidasi-Gaji Ditahan Kepala Sekolah
Wali Kota Medan Bobby Nasution memberikan keterangan soal viral guru SMP Negeri 15 mengaku diintimidasi dan gaji ditahan kepala sekolah. [dok Pemkot Medan]

SuaraSumut.id - Wali Kota Medan Bobby Nasution angkat bicara soal viral guru SMP Negeri 15 Medan yang mengaku diintimidasi dan gajinya ditahan kepala sekolah.

Bobby meminta agar seluruh pihak terkait diperiksa, termasuk guru tersebut. Suami Kahiyang Ayu ini mendapat informasi bahwa guru tersebut ternyata jarang masuk karena lebih memilih mengajar di sekolah swasta.

"Saya sudah minta diperiksa semua, baik kepala sekolah, termasuk guru," kata Bobby, Rabu 20 September 2023 kemarin.

Selain itu, Bobby juga mendapat laporan bahwa oknum guru ini mengajar di sekolah swasta juga.

Baca Juga:Naik LRT Jabodebek Kini Bisa Bayar Pakai JakCard

"Dia ASN, mengajar di SMP Negeri 15, tapi saya dapat informasi dia jarang masuk, lebih memilih mengajar di SMP swasta," ucapnya.

Oleh karena itu, menantu Presiden Jokowi ini meminta agar oknum guru tersebut turut diperiksa.

"Kalau memang pelanggaran disiplin berat, harus hukuman berat juga. Karena dia meninggalkan tugasnya di SMP Negeri itu. Bukan karena viral dia yang benar," ungkapnya.

Bobby menegaskan cara kepala sekolah memberi hukuman mungkin salah dan sudah ditegur, namun dasar dia memberikan hukuman tersebut juga harus dihargai.

Sebelumnya, video yang menunjukkan sejumlah guru SMP Negeri 15 Medan di Jalan M Nawi Harahap Medan, menangis kejer dalam ruangan sekolah menjadi viral.

Baca Juga:6 Hal yang Dilakukan saat Menyusun Skripsi, Mahasiswa Akhir Wajib Simak!

Dilihat SuaraSumut.id dari unggahan akun instagram @medantau, Sabtu (16/9/2023), ada sekitar 8 orang guru yang terdiri 6 guru perempuan dan 2 guru laki-laki menangis terisak-isak.

Sembari berurai air mata, salah seorang guru perempuan menceritakan penyebab mereka menangis karena adanya surat panggilan dari kepala sekolah.

"Pak kami dari guru SMP 15 seperti inilah kami ditekan, diteror kami secara mental dibuat surat panggilan satu, panggilan dua. Gak sewajarnya seperti ini kami," rintih salah seorang guru.

Guru wanita ini mengatakan surat panggilan ini tidak berdasar. Mirisnya lagi, mereka mengaku kalau gajinya mereka juga ditahan.

"Surat panggilan satu tidak berdasar, surat panggilan dua tidak berdasar, surat panggilan tiga pun tidak berdasar. Kenapa kami dipanggil pak kabid, sampai hari ini gaji kami ditahan, belum gajian tanpa alasan yang jelas," ungkapnya.

"Mengabdi kita puluhan tahun gak seperti ini, sepuluh kepala sekolah sejak saya mengabdi di sini gak pernah seperti ini," sambungnya sembari menangis.

Dalam video terdengar guru-guru yang lain juga menangis tersedu-sedu, mereka terlihat shock atas adanya surat peringatan dari kepsek.

"Dari narasi video tersebut, mereka melaporkan kepala sekolah karena diduga menahan gaji para guru ASN, sehingga guru guru yang melaporkan tersebut diberikan surat peringatan," tulis pengunggah video.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini