Petani Garam di Aceh Besar Produksi Tiga Ton Garam Per Hari

Setiap anggota memiliki dapur garam masing-masing. Dalam sehari, setiap dapur mampu memproduksi garam hingga 150 kilogram.

Suhardiman
Selasa, 03 Desember 2024 | 10:45 WIB
Petani Garam di Aceh Besar Produksi Tiga Ton Garam Per Hari
Petani garam memasak garam di sentra garam Gampong Lam Ujong, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, Senin (2/12/2024). [ANTARA/M Haris SA]

SuaraSumut.id - Produktivitas petani garam di Gampong Lam Ujong, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, menunjukkan potensi besar dengan hasil mencapai tiga ton per hari.

Kelompok petani yang terdiri dari 35 anggota ini mampu memenuhi kebutuhan garam rumah tangga dan restoran di Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Kelompok Petani Garam Lam Ujong Azhar, melansir dari Antara, Selasa (3/12/2024).

"Rata-rata hasil produksi garam mencapai tiga ton per hari, dan ini mampu memenuhinya kebutuhan garam rumah tangga di wilayah Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh," katanya.

Setiap anggota memiliki dapur garam masing-masing. Dalam sehari, setiap dapur mampu memproduksi garam hingga 150 kilogram.

Sedangkan pemasarannya, kata Ujong, ada yang diambil langsung agen pengumpulan, ada juga yang dijual langsung oleh masing-masing anggota kelompok. Kebanyakan garam tersebut digunakan untuk rumah tangga dan rumah makan.

"Kami mengharapkan ada dukungan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas kelompok petani garam Lam Ujong. Apalagi selama ini proses pembuatan garam masih tradisional, dengan pembakaran menggunakan kayu," ujar Azhari.

Dirinya mengatakan mereka memproduksi garam dengan cara tradisional, memasak menggunakan kayu. Sedangkan sumber air laut mereka dapatkan melalui sumur bor.

"Dari sumur bor, air ditampung dalam bedeng dan dibiarkan selama seminggu agar kadar garamnya tinggi. Setelah itu ditampung dalam penampungan khusus. Dari penampungan itu barulah air garam dimasak dengan durasi empat hingga enam jam," katanya.

Dalam sekali masak, kata Azhar, bisa menghabiskan 600 liter air garam, menggunakan dua tungku. Dalam satu tungku dengan 300 liter air dapat menghasilkan 100 hingga 140 kilogram garam, tergantung kadar garam air yang dimasak.

"Kendalanya, hujan. Penjemuran air dari sumur bor tidak maksimal. Air garam bercampur dengan air hujan, sehingga kadar garamnya semakin rendah dan airnya tidak bisa dimasak menjadi garam," kata Azhar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Bagaimana Prediksimu untuk Tahun 2026? Lebih Baik atau Lebih Suram?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Trivia Natal: Uji Pengetahuan Anda Tentang Tradisi Natal di Berbagai Negara
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Kepribadian: Siapa Karakter Ikonik Natal dalam Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mitos vs Fakta Sampah: Cara Cerdas Jadi Pahlawan Kebersihan Lingkungan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini