6 Cara Efektif Mendidik Anak agar Tidak Merendahkan Orang Lain Sejak Dini

Kabar baiknya, orang tua bisa mencegah hal tersebut dengan pola asuh yang tepat dan konsisten.

Suhardiman
Minggu, 11 Januari 2026 | 10:54 WIB
6 Cara Efektif Mendidik Anak agar Tidak Merendahkan Orang Lain Sejak Dini
Orang Tua dan Anak (pexels.com)
Baca 10 detik
  • Pola asuh yang tepat dapat mencegah anak mengembangkan sikap merendahkan melalui penanaman empati dan pemahaman sosial.
  • Orang tua perlu menjadi teladan sikap sopan, konsisten mengajarkan tiga kata sakti, serta melatih empati anak secara aktif.
  • Penting juga untuk menghormati pendapat anak serta melatih keterampilan mendengarkan sebagai fondasi karakter saling menghargai.

SuaraSumut.id - Mendidik anak agar tumbuh menjadi pribadi yang rendah hati dan menghargai orang lain adalah investasi karakter jangka panjang.

Sikap merendahkan biasanya muncul karena kurangnya empati, teladan, dan pemahaman sosial sejak dini. Kabar baiknya, orang tua bisa mencegah hal tersebut dengan pola asuh yang tepat dan konsisten.

Berikut cara efektif mendidik anak agar tidak mudah merendahkan orang lain, yang bisa diterapkan sejak usia dini hingga remaja.

1. Jadilah Contoh Teladan dalam Bersikap

Anak belajar paling banyak dari apa yang mereka lihat, bukan dari apa yang mereka dengar. Orang tua yang terbiasa berbicara sopan, menghargai orang lain, dan tidak meremehkan siapa pun akan menjadi cermin perilaku bagi anak.

Menyapa dengan ramah, mengucapkan terima kasih, dan tidak merendahkan orang lain dalam obrolan sehari-hari membentuk fondasi karakter anak secara alami, tanpa perlu ceramah panjang.

2. Biasakan Menggunakan Tiga Kata Sakti

Ajarkan anak untuk terbiasa mengucapkan “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih”. Tiga kata sederhana ini melatih anak menghargai bantuan orang lain, mengakui kesalahan, dan bersyukur.

Jika anak lupa, ingatkan dengan lembut. Hindari memarahi, karena kebiasaan baik akan lebih mudah tertanam jika dilakukan dengan suasana positif.

3. Ajarkan Empati Secara Aktif

Empati tidak muncul begitu saja, tetapi perlu dilatih. Orang tua bisa menggunakan cerita, film anak, atau permainan peran untuk membantu anak memahami perasaan orang lain.

Ajukan pertanyaan seperti, “Bagaimana perasaanmu kalau kamu berada di posisinya?” Dorong anak untuk membantu teman, saudara, atau orang di sekitarnya agar rasa peduli berkembang secara nyata.

4. Hormati Pendapat Anak Sejak Dini

Mendengarkan pendapat anak tanpa memotong pembicaraan membuat mereka merasa dihargai. Ketika orang tua mempertimbangkan ide anak, meski sederhana, anak belajar bahwa setiap orang berhak didengar.

Pengalaman ini akan membentuk sikap saling menghormati dan membantu anak menerima perbedaan pendapat tanpa merasa paling benar.

5. Latih Keterampilan Mendengarkan yang Baik

Ajarkan anak untuk menatap mata lawan bicara, tidak menyela, dan menunggu giliran berbicara. Sikap ini menunjukkan penghargaan terhadap pikiran dan waktu orang lain.

Latihan bisa dilakukan melalui diskusi ringan di rumah, seperti saat makan bersama atau berbincang tentang kegiatan harian.

6. Terapkan Konsekuensi yang Realistis dan Konsisten

Tetapkan aturan yang jelas tentang sikap menghargai orang lain. Berikan pujian saat anak menunjukkan perilaku rendah hati, dan terapkan konsekuensi ringan jika melanggar, sambil menjelaskan alasannya.

Konsistensi adalah kunci agar anak memahami bahwa menghormati orang lain bukan sekadar aturan, melainkan nilai hidup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini