- Hutama Karya mempercepat perbaikan Jalan Tol Binjai–Langsa yang rusak akibat banjir agar layanan kembali normal.
- Fokus perbaikan meliputi drainase, penimbunan, perkuatan struktur, dan menargetkan rampung sebelum 20 Januari 2026.
- Selama perbaikan, pengaturan lalu lintas, rambu peringatan, serta informasi melalui VMS diterapkan demi keselamatan pengguna jalan.
SuaraSumut.id - Perbaikan sejumlah ruas Jalan Tol Binjai–Langsa yang terdampak banjir di Sumatera dikebut. Upaya ini dilakukan agar fungsi layanan jalan tol dapat kembali berjalan normal secara menyeluruh.
"Pasca terjadinya bencana alam di sejumlah wilayah yang berdampak pada akses dan kondisi infrastruktur, Hutama Karya melakukan pemeliharaan dan penanganan pada Jalan Tol Binjai–Langsa untuk memastikan layanan jalan tol kembali optimal dan perjalanan pengguna jalan tetap aman serta nyaman," kata Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Mardiansyah, melansir Antara, Minggu, 11 Januari 2026.
Ia mengatakan, pekerjaan difokuskan di beberapa titik. Seperti di KM 69+400 hingga KM 69+500 Jalur B (arah Langsa menuju Binjai), KM 33+350 hingga KM 34+000 Jalur A (arah Binjai menuju Langsa), KM 36+000 hingga KM 37+000, serta KM 37+000 Jalur B.
Pekerjaan mencakup saluran u-ditch atau drainase beton dan saluran tepi, penimbunan serta perapihan dan perkuatan menggunakan box beton dan geotekstil, penimbunan lereng, pemadatan dan perapihan kembali, penerapan metode solid sodding, hingga pemasangan steel sheet pile guna mengembalikan kualitas layanan jalan tol secara optimal.
"Target kami, seluruh pekerjaan rampung paling lambat 20 Januari 2026, dengan tetap mengutamakan keselamatan pengguna jalan dan petugas di lapangan,” ujarnya.
Selama proses pekerjaan berlangsung, pihaknya menerapkan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi kerja, memasang rambu-rambu peringatan, serta menyampaikan informasi kepada pengguna jalan melalui variable message sign (VMS) dan kanal komunikasi resmi perusahaan.
Seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai standar keselamatan kerja di jalan tol, termasuk pengamanan area kerja agar dampaknya terhadap kelancaran lalu lintas tetap terkendali.
Selain itu, pihaknya mengoptimalkan tim inspeksi dan respons cepat untuk mengidentifikasi potensi kerusakan serta melakukan penanganan segera, khususnya pada titik-titik yang memerlukan perhatian pascabencana.