Mendagri Tito Karnavian Beri Batas Waktu 3 Hari untuk Data Rumah Rusak Akibat Bencana di Aceh

Ia meminta penyelesaian pendataan rumah warga terdampak bencana selama tiga hari.

Suhardiman
Senin, 12 Januari 2026 | 09:48 WIB
Mendagri Tito Karnavian Beri Batas Waktu 3 Hari untuk Data Rumah Rusak Akibat Bencana di Aceh
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. (tangkap layar)
Baca 10 detik
  • Mendagri Tito Karnavian menargetkan pendataan rumah terdampak bencana di Aceh selesai diverifikasi dalam tiga hari ke depan.
  • Pemerintah segera mencairkan dana Rp15 juta (ringan) dan Rp30 juta (sedang) bagi warga pasca verifikasi BNPB.
  • Korban rumah rusak berat/hilang dapat opsi Huntara, dana Rp1,8 juta bulanan, atau bantuan pembangunan mandiri Rp60 juta.

SuaraSumut.id - Mendagri Tito Karnavian, yang juga Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) Pascabencana Sumatera, memberi batas waktu kepada pemerintah daerah di Aceh. Ia meminta penyelesaian pendataan rumah warga terdampak bencana selama tiga hari.

"Saya beri waktu mulai dari kemarin tiga hari untuk diverifikasi di tingkat BNPB, diverifikasi oleh Badan Pusat Statistik dan Capil. Kalau tiga hari sudah clear uangnya oleh BNPB segera bayarkan, Rp15 juta yang rumahnya rusak ringan dan Rp30 juta rusak sedang," kata Tito, melansir Antara, Senin, 12 Januari 2026.

Tito mengatakan masyarakat terdampak perlu dibantu pembersihan rumah-rumah mereka dari lumpur banjir, terutama yang berat. Dengan anggaran itu, diharapkan dapat meringankan beban warga, dan bisa dikerjakan sendiri atau gotong royong keluarga.

Untuk rumah rusak berat dan hilang (hanyut) terdapat dua opsi, yakni mereka tetap menunggu di tenda dan diberikan biaya, atau pindah ke hunian sementara (Huntara) yang kini sedang dibangun sebanyak 600 unit.

Untuk opsi kedua, mereka diberikan biaya Rp1,8 juta per bulan selama tiga bulan, dan dapat diperpanjang sebagai uang untuk menunggu sampai hunian dibangun baru.

"Atau kalau mau bangun sendiri silakan membangun, diberikan dana di Rp60 juta oleh BNPB," ujarnya.

Selain itu, Tito menginginkan para agar pengungsi yang masih berada di tenda-tenda agar secepatnya untuk kembali setelah menerima dana perbaikan rumah, sehingga tidak terlalu banyak warga tinggal tempat pengungsian.

"Karena itu engak sehat, di tenda sudah mulai ada yang sakit, kemudian juga yang kasihan anak-anak bayi. Nah, untuk itu kemarin saya mengejar untuk pemerintah daerah dan sudah disampaikan oleh bupati, sedapatnya dulu sampaikan data masyarakat yang rumahnya rusak ringan dan sedang," kata Tito.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini