Kasus Kekerasan Anak di Bawah Umur di Aceh Jaya Meningkat

Kebanyakan dari kasus pelecehan seksual terhadap anak tersebut dilakukan oleh keluarga dekat, baik itu saudara atau kerabat, termasuk tetangga.

Suhardiman
Kamis, 15 Januari 2026 | 11:00 WIB
Kasus Kekerasan Anak di Bawah Umur di Aceh Jaya Meningkat
Ilustrasi Kekerasan Terhadap Anak (Pexels)
Baca 10 detik
  • Kasus kekerasan anak di Aceh Jaya tahun 2025 berjumlah 13 kasus, meningkat dari sembilan kasus di tahun 2024.
  • Sebanyak 12 dari 13 kasus kekerasan anak tersebut merupakan kasus kekerasan seksual yang terjadi pada tahun 2025.
  • Pelaku kekerasan seksual mayoritas merupakan anggota keluarga dekat, dan sosialisasi pencegahan masih terbatas karena minimnya anggaran.

SuaraSumut.id - Kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur di Aceh Jaya pada tahun 2025 mencapai 13 kasus, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang hanya sembilan kasus.

"Berdasarkan data UPTD PPA Untuk 2025 kita mendata ada sebanyak 13 kasus terhadap anak, 12 diantaranya adalah kekerasan seksual dan satu kasus kekerasan biasa," kata Plt Kepala DPMPKB Aceh Jaya, Dahrial, melansir Antara, Kamis, 15 Januari 2026.

Jika dilihat secara keseluruhan baik perempuan maupun anak, maka terdapat 20 kasus yang ditangani selama 2025 lalu.

"Hal ini menjadi perhatian khusus bagi kita semua pihak, terutama para keluarga yang menjadi sekolah pertama bagi anak-anak," ujarnya.

Kebanyakan dari kasus pelecehan seksual terhadap anak tersebut dilakukan oleh keluarga dekat, baik itu saudara atau kerabat, termasuk tetangga.

Dalam upaya mencegah terjadinya kekerasan pada anak, kedepan pihaknya bakal bekerjasama dengan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) agar pada saat kegiatan ceramah agama maupun khutbah Jumat bisa disampaikan terkait hal tersebut.

Selama ini pihak DPMPKB telah melakukan sosialisasi terkait PPA tersebut, tetapi belum bisa menyeluruh mengingat anggaran yang masih sangat minim.

"Sebelumnya sosialisasi hanya bisa ditingkat Kecamatan saja, belum bisa menjangkau tingkat desa," katanya.

Dirinya berharap adanya peran keluarga untuk mengawasi anak-anak mereka dengan cara menyempatkan diri berkomunikasi, sehingga anak-anak juga terbuka dengan keluarga.

"Miskomunikasi dengan anak juga sangat berpengaruh pada keterbukaan anak-anak sehingga membuat anak tertutup dengan para orang tua, sehingga selama ini terbukanya kasus bahkan bukan dari orang tua sendiri," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini