Baca 10 detik
- Kemenhub menutup sementara 11 bandara perintis di Papua pasca penembakan pesawat Smart Cakrawala Aviation pada 11 Februari 2026.
- Penutupan dilakukan karena bandara tersebut dianggap belum memiliki keamanan memadai, demi keselamatan penerbangan perintis.
- Kemenhub berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk memulihkan keamanan agar operasional penerbangan dapat dibuka kembali.
“Kegiatan operasional pada bandara-bandara tersebut akan dibuka kembali setelah mendapat pengamanan dari aparat TNI/Polri dan kondisi keamanan dinyatakan kondusif serta memenuhi standar keselamatan penerbangan,” kata Lukman.
Selain itu, terdapat lima bandara dengan situasi rawan terkendali namun terdapat pengamanan dari aparat TNI/Polri, sehingga operasional penerbangan dapat dilaksanakan dengan tetap memperhatikan perkembangan kondisi daerahnya.
Kelima bandara itu meliputi Bandara Kiwirok, Bandara Moanamani, Satpel Sinak di Ilaga, Satpel Agandugume di Ilaga, dan Bandara Illu.