- Tradisi berburu takjil Ramadan di Kota Medan menjadi ajang silaturahmi sekaligus mendukung UMKM lokal.
- Jalan Abdullah Lubis, Kampung Aur, dan Jalan Dr. Mansyur adalah tiga lokasi utama berburu takjil di Medan.
- Lokasi-lokasi tersebut menawarkan beragam kuliner khas Ramadan dengan harga bervariasi, mulai sore hari hingga menjelang Magrib.
SuaraSumut.id - Tradisi berburu takjil selalu menjadi momen yang dinantikan warga Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), pada bulan suci Ramadan.
Menjelang waktu berbuka puasa, berbagai sudut kota berubah menjadi pusat kuliner dadakan yang dipenuhi pedagang dan pembeli. Aroma kolak, gorengan hangat, hingga es buah segar bercampur di udara sore, menciptakan suasana khas Ramadan yang sulit dilupakan.
Tak hanya sekadar membeli makanan untuk berbuka, aktivitas berburu takjil juga menjadi ajang silaturahmi, tempat berkumpul bersama keluarga, hingga sarana mendukung pelaku UMKM lokal. Berikut tiga lokasi berburu takjil di Medan:
1. Jalan Abdullah Lubis (Depan Masjid Al-Jihad)
Di depan Masjid Al-Jihad, Jalan Abdullah Lubis, suasana Ramadan terasa begitu hidup. Sejak sore hari, pedagang berjejer menawarkan aneka takjil seperti bubur kacang hijau, kue basah, gorengan, es cendol, dan es kelapa muda.
Harga takjil di kawasan ini beragam. Selain makanan dan minuman, beberapa pedagang juga menjual perlengkapan ibadah seperti sajadah dan peci, sehingga jamaah yang datang untuk salat magrib bisa sekaligus berbelanja kebutuhan lainnya.
Lokasi ini sangat strategis dan cocok bagi warga yang ingin langsung berbuka setelah menunaikan salat di masjid.
2. Kampung Aur
Terletak di Kecamatan Medan Maimun, Kampung Aur dikenal sebagai salah satu pusat kuliner saat Ramadan. Kawasan ini selalu dipadati pembeli yang mencari menu tradisional untuk berbuka.
Beberapa makanan yang banyak diburu antara lain kue basah, salaluak, lemang, serta aneka penganan khas Minang lainnya. Para pedagang biasanya mulai berjualan pukul 16.00 hingga 18.30 WIB.
Harga yang ditawarkan sangat bersahabat. Dengan pilihan menu tradisional yang lengkap, Kampung Aur menjadi destinasi favorit bagi pencinta kuliner yang ingin merasakan nuansa berbeda saat berbuka puasa.
3. Jalan Dr. Mansyur (Sekitar USU)
Kawasan Jalan Dr. Mansyur, tepatnya di sekitar kampus Universitas Sumatera Utara (USU), menjadi salah satu titik paling ramai saat Ramadan. Sejak pukul 15.00 WIB, deretan pedagang mulai memenuhi sisi jalan, menawarkan beragam pilihan takjil dengan harga ramah di kantong.
Menu yang tersedia sangat beragam, mulai dari kolak pisang, es buah, es timun suri, hingga gorengan dan nasi goreng untuk menu berbuka yang lebih berat. Menariknya, beberapa mahasiswa juga turut membuka lapak takjil, menambah semarak suasana.
Harga takjil di sini pun sangat terjangkau, bahkan ada yang dibanderol mulai Rp1.000. Tak heran jika kawasan ini menjadi pilihan utama mahasiswa dan warga sekitar yang ingin mencari takjil murah di Medan.
Berburu takjil di Medan bukan sekadar membeli makanan berbuka, tetapi juga bagian dari tradisi Ramadan yang mempererat hubungan sosial dan mendukung ekonomi lokal.
Jika Anda berada di Medan saat Ramadan, jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan langsung semaraknya suasana ini. Datanglah lebih awal agar tidak kehabisan menu favorit Anda!