- Fotografer pemula sering melakukan kesalahan dengan membeli lensa tanpa menyesuaikan kebutuhan spesifik jenis fotografi dan kualitas optik yang diinginkan.
- Kesalahan pemilihan sistem mount yang tidak kompatibel dengan kamera dapat menyebabkan lensa tidak bisa dipasang atau mengganggu performa.
- Mempertimbangkan faktor teknis seperti aperture dan ukuran lensa sangat penting agar hasil karya maksimal serta nyaman digunakan.
Kesalahan memilih mount dapat menyebabkan lensa tidak dapat dipasang pada kamera atau memerlukan adaptor tambahan yang bisa mempengaruhi performa.
3. Terlalu Fokus pada Harga Murah
Harga sering menjadi faktor utama saat membeli lensa kamera. Namun, memilih lensa hanya karena murah sering kali berujung pada kualitas optik yang kurang baik. Beberapa lensa murah mungkin memiliki kekurangan seperti:
- Ketajaman gambar rendah
- Autofocus lambat
- Distorsi pada foto
- Material kurang tahan lama
Lebih baik menabung sedikit lebih lama untuk mendapatkan lensa dengan kualitas yang benar-benar sesuai kebutuhan.
4. Tidak Memahami Aperture
Aperture atau bukaan lensa menentukan seberapa banyak cahaya yang masuk ke sensor kamera. Banyak pembeli pemula tidak memahami arti angka seperti f/1.8, f/2.8, atau f/4. Semakin kecil angka aperture:
- Cahaya yang masuk semakin banyak
- Efek bokeh semakin kuat
- Performa low light semakin baik
Contoh lensa yang populer karena aperture besar adalah Canon EF 50mm f/1.8 STM yang sering digunakan untuk fotografi potret.
5. Tidak Memperhatikan Berat dan Ukuran Lensa