- Pemadaman listrik massal melanda Pulau Sumatera sejak Jumat, 22 Mei 2026 akibat gangguan transmisi akibat cuaca buruk.
- Gangguan transmisi 275 kV di Jambi menyebabkan 540 penyulang rusak dan mengganggu aktivitas masyarakat di berbagai sektor.
- PLN telah memulihkan 199 dari 540 penyulang hingga Sabtu, 23 Mei 2026 dan terus mempercepat proses penormalan.
SuaraSumut.id - Pemadaman listrik massal melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera sejak Jumat sore, 22 Mei 2026.
Gangguan ini menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu, mulai dari rumah tangga, pusat perbelanjaan, hingga layanan usaha yang bergantung pada pasokan listrik stabil.
PT PLN (Persero) mengungkapkan bahwa ada 540 penyulang yang terdampak cuaca ekstrem. Hingga kini sudah 199 penyulang yang telah dipulihkan.
"Hingga 23 Mei 2026 pukul 10.00 WIB dini hari, sebanyak 199 Penyulang dari total 540 Penyulang yang terdampak telah berhasil dipulihkan," kata Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumatera Utara, Darma Saputra, dikutip dari Instagram PLN UP 3 Medan, Sabtu, 23 Mei 2026.
Pihaknya terus melakukan percepatan penormalan penyulang yang terdampak. Dia meminta warga untuk memantau perkembangan pemulihan kelistrikan ini.
"Masyarakat dapat memantau perkembangan informasi melalui aplikasi PLN Mobile maupun kanal komunikasi resmi PLN lainnya," ujarnya.
PLN sebelumnya menyampaikan permohonan maaf terkait pemadaman listrik yang terjadi di sebagain besar wilayah Sumatera Utara.
Ia menjelaskan bahwa pemadaman terjadi karena cuaca buruk di wilayah Provinsi Jambi.
"PT PLN memohon maaf atas gangguan kelistrikan yang terjadi di sebagian wilayah Sumatra pada Jumat (22/5/2026). Diketahui terdapat gangguan pada transmisi 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi yang disebabkan oleh cuaca buruk," katanya.