- Kementerian Kebudayaan dan Kemenpar melalui BPODT meluncurkan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah 2026 di Danau Toba.
- Program tersebut melibatkan enam SMP di tiga kabupaten untuk mendidik siswa seni budaya bersama seniman profesional.
- Inisiatif ini bertujuan memperkuat tradisi lokal, melestarikan identitas budaya, serta mendukung pariwisata kelas dunia di Danau Toba.
SuaraSumut.id - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) resmi meluncurkan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) 2026 di Kawasan Danau Toba.
Program strategis ini diharapkan dapat memperkokoh akar tradisi lokal sebagai daya tarik utama pariwisata berkelas dunia di Danau Toba.
Kegiatan kick off GSMS 2026 dilaksanakan di tiga kabupaten di kawasan Danau Toba. Tahun ini sebanyak enam SMP terpilih menjadi pelaksana program GSMS.
Rinciannya SMP Negeri 4 Laguboti, SMP Swasta Budi Darma Balige, dan SMP Negeri 2 Ajibata di Kabupaten Toba, SMP Negeri 1 Doloksanggul di Kabupaten Humbang Hasundutan, serta SMP Negeri 1 Palipi dan SMP Negeri 2 Simanindo di Kabupaten Samosir.
Plt Direktur Utama BPODT, Arditama Nusantara Putra, menekankan bahwa pengembangan pariwisata yang berkelanjutan tidak terlepas dari peran sumber daya manusia dan kebudayaannya.
"Melalui GSMS, kami ingin memastikan generasi muda memiliki ruang untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya daerahnya. Ini adalah fondasi penting dalam memperkuat citra Danau Toba sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia," kata Arditama dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 29 Juli 2026.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Toba, Natalia Silitonga berharap GSMS 2026 mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, percaya diri, dan memiliki kebanggaan mendalam terhadap identitas budaya Batak.
Sekolah yang mendapatkan program GSMS akan didampingi oleh para seniman profesional yang secara berkala akan menjadi fasilitator pembelajaran sesuai waktu yang sudah ditentukan.
Para siswa akan diajak untuk mengikuti proses belajar berbasis praktik nyata yang mengangkat kekayaan seni budaya lokal seperti seni tari, musik, dan vokal.
Kepala SMP Negeri 4 Laguboti, Parlindungan Hutapea, bersama Kepala SMP Swasta Budi Darma Balige, Fr. Paulus Leo Leu, menyampaikan kebanggaan atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolah mereka.
Seluruh Kepala Sekolah yang terlibat berkomitmen untuk memaksimalkan kesempatan ini guna mengasah bakat dan karakter peserta didik.
Nantinya, hasil pembelajaran ini akan diwujudkan dalam bentuk karya atau pertunjukan seni yang berpotensi menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan di kawasan Danau Toba.
Guru kesenian, Hotmarojak Siringoringo, dari SMP Negeri 1 Dolok Sanggul menilai Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi para siswa karena menghadirkan seniman profesional langsung ke lingkungan sekolah.
"Program GSMS merupakan terobosan yang sangat bermanfaat karena menghadirkan seniman profesional langsung ke sekolah. Kami sangat bersyukur atas perhatian pemerintah melalui BPODT dalam menghadirkan program ini," ucapnya.
Charles Malau, seniman asal Kabupaten Samosir mengatakan, program ini menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan para seniman dengan generasi muda untuk memastikan keberlanjutan seni dan budaya daerah.