Scroll untuk membaca artikel
Chandra Iswinarno
Selasa, 01 September 2020 | 15:43 WIB
Sarpan

Dampak biasnya, lanjut Maswan, jika ada korban yang mengalami hal sama dengan Sarpan bahkan lebih, maka akan diselesaikan secara damai dengan hanya memberikan uang santunan berapapun itu jumlahnya.

"Nah itulah yang kita kecewakan sebenarnya, ada potensi pengulangan seperti yang dialami oleh Sarpan oleh oknum kepolisian. Karena kan, kalau seandainya kalau mereka dipidana, tidak juga menjamin perbuatan mereka tidak akan terulang," ungkapnya.

Lebih lanjut kata Maswan, selain kasus yang dialami Sarpan sebagai contoh yang tidak boleh lagi terjadi di kemudian hari, proses bagaimana Sarpan dibebaskan dari Markas Polisi telah menyita perhatian publik.

Bahkan setelah dia bebas banyak simpati masyarakat agar Sarpan mendapat keadilan.

Baca Juga: Babak Belur Disiksa Polisi, Sarpan Berdamai Dikasih Duit Rp 120 Juta

Oleh sebab itu, Maswan berharap kasus yang dialami oleh Sarpan harus menjadi atensi pemerintah dan institusi terkait. Dugaan penyiksaan terhadap Sarpan harus tetap berlanjut hingga terungkap betul siapa pelakunya.

Dan hal tersebut harus menjadi pembelajaran bagi institusi kepolisian dan masyarakat luas. Proses hukum secara pidana harus tetap berjalan, demikian juga secara etik yang harus dilalui oleh terduga pelaku dalam konteks kepolisian.

"Pihak-pihak terkait khususnya pemerintah, Kapolri, Kompolnas, Kapolda, ini harus jadi antensi betul. Jangan sampai kasus ini berhenti gara-gara ada perdamaian," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Sarpan (57) mengalami beberapa luka lebam setelah keluar dari Mapolsek Percut Sei Tuan, Polrestabes Medan pada Senin (6/7/2020).

Sarpan dikeluarkan setelah warga Jalan Sidumolyo, Pasar 9 Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan menggeruduk kantor Polsek Percut Sei Tuan.

Baca Juga: Habis Babak Belur Disiksa Polisi, Sarpan: Saya Tak Akan Menuntut

Semula Sarpan dipanggil hanya sebagai saksi atas kasus pembunuhan yang terjadi di Jalan Sidomulyo, Gang Gelatik Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan pada Kamis (2/7/2020) lalu.

Load More