SuaraSumut.id - Pihak keluarga Yanti Zega (13) membantah jika remaja tersebut merupakan korban tindak kekerasan oleh keluarga.
Sebelumnya, Yanti ditemukan dengan kondisi terkapar di Jalan Mangaan Medan.
Hal itu dikatakan pihak keluarga tempat tinggal korban yang tak lain kerabat dekat Yanti, melalui kuasa hukumnya Ruben Panggabean saat dikonfirmasi Suara.com, Jumat (11/9/2020).
"Pertama kami ingin mengklarifikasi terkait adanya informasi yang beredar bahwa adik kami Yanti lari dari rumah karena mendapat penganiayaan. Hal tersebut tidaklah benar," kata Ruben Panggabean.
Ruben menjelaskan, Yanti Zega tinggal dirumah adik dari ayahnya (udak) di kawasan Kecamatan Medan Deli. Pada 4 September 2020, kata Ruben, Yanti pergi meninggalkan rumah. Keluarga mendapat kabar jika dia ditemukan oleh warga.
Pihak keluarga yakni kakak kandung korban Hendra Marikurnia Zega mendatangi rumah warga yang menolong Yanti. Ia lalu membujuk agar Yanti pulang ke rumah.
"Dari dialog itu, Yanti mengatakan kepada abangnya jika belum ingin pulang karena takut dimarahi oleh udaknya. Sehingga pemilik rumah mengatakan kepada Hendra agar Yanti bisa tinggal dirumahnya untuk sementara," kata Ruben.
Menurut Ruben, Yanti sebelumnya benar dinasehati oleh keluarga atas kesalahan yang dilakukannya. Namun hal tersebut terjadi pada 17 Agustus 2020. Oleh sebab itu, kata Ruben, tidak benar jika Yanti pergi dari rumah karena dianiaya dan dimarahi oleh keluarga.
"Dimarahi karena ada kesalahan dia, biasalah kalau remaja kan harus dibimbing. Tapi itu terjadi pada 17 Agustus lalu, bukan di hari yang sama saat dia keluar meninggalkan rumah," ungkapnya.
Baca Juga: Takut Ekonomi Lumpuh, DPRD Kota Malang Tak Mau PSBB Total Kayak Jakarta
Setelah sepakat jika Yanti tetap tinggal dirumah warga bernama Hera untuk menenangkan diri, Hendra pun pulang.
Akan tetapi keesokan harinya, Hendra mendapat kabar jika Yanti dilarikan ke rumah sakit dan dirawat intensif.
Ia dan pihak keluarga mendatangi rumah sakit yang dikabarkan tempat adiknya dirawat. Sesampainya di sana, pihak rumah sakit justru mengatakan tidak pernah merawat pasien atas nama tersebut.
"Jadi pihak keluarga juga heran, kenapa ibu Hera tidak memberi kabar jika Yanti dirawat, padahal nomor kontak Hendra sudah ditinggalkan untuk mengabari jika ada hal hal penting. Saat kita mendatangi rumah sakit, justru tidak ada Yanti dirawat," katanya.
Warga yang memberi tumpangan pada Yanti tak kunjung mengangkat telepon Hendra. Sementara pemberitaan banyak mengabarkan hal yang belum tentu benar.
Pihak keluarga juga mendatangi Polsek Medan Labuhan karena ada informasi jika ada warga yang melaporkan atas kasus penganiayaan yang dialami oleh Yanti.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Imigrasi Sumut-Pemko Tebing Tinggi Teken Perjanjian Pinjam Pakai Gedung Unit Layanan Paspor
-
Polisi Ungkap Kronologi-Motif Wanita Bunuh Diri Pakai Senpi di Medan
-
Perampok di Medan Jerat Korban Lewat Aplikasi Kencan Sesama Jenis, 2 Pelaku Ditangkap
-
Wanita Tewas Diduga Bunuh Diri Pakai Senpi Ternyata Mantan Istri Polisi, Apa Motifnya?
-
Detik-detik Tabrakan Kereta Api dengan Truk hingga Terbelah Dua di Sergai