SuaraSumut.id - Generasi sandwich menjadi sesuatu yang lazim dalam kehidupan masyarakat. Padahal kondisi itu bisa saja menjadi mata rantai kemiskinan yang sulit terputus.
Seseorang bisa disebut generasi sandwich ketika ia harus memenuhi kebutuhan dirinya, orangtua, saudara kandung hingga keluarga kecil yang telah dibina.
Perencana keuangan Prita Ghozie mengatakan, generasi sandwich biasanya tercipta lantaran generasi sebelumnya juga terbebani sebagai generasi sandwich dari orangtuanya.
"Penelitiannya menyatakan generasi sandwich berasal dari generasi sandwich juga yang merupakan generasi sandwich sebelumnya. Jadi rantai yang tidak pernah putus," kata Prita dikutip dari kanal YouTube ZAPFinance TV beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Tips Belajar Mengatur Keuangan untuk Pemula
Ia menjelaskan bahwa mata rantai generasi sandwich itu berhubungan dengan semakin panjangnya harapan hidup manusia, dan tentunya membutuhkan biaya hidup banyak tetapi belum tentu dengan kualitas hidup yang baik.
"Sayangnya saat masa produktif generasi pendahulu ini tidak memikirkan biaya hidup yang mungkin dibutuhkan dengan kesempatan harapan hidup lebih lama atau mungkin juga gak nyangka dengan bonus usianya sekarang," ucap Prita.
Ia menyarankan lima tips bagi generasi sandwich dalam mengelola keuangan agar tercukupi dengan jumlah penghasilan yang dimiliki. Apa saja? Berikut penjabarannya;
1. Komunikasi dengan pasangan dan keluarga
Seperti apa tanggung jawab dan sejauh mana membiayai keluarga besar, sebaiknya dikomunikasikan antarpasangan. Setelah sama-sama sepakat, lanjutkan komunikasi dengan keluarga besar tentang kondisi finansial keluarga masing-masing.
2. Melakukan penambahan dalam pos alokasi
Jika membantu sesekali, sebetulnya bisa dimasukkan ke dalam alokasi zakat, sumbangan, sedekah. Tapi jika harus membantu setiap bulan dengan jumlah yang sama sebaiknya masuk ke alokasi bulanan rutin rumah tangga keluarga.
Baca Juga: Psikolog Sebut Generasi Sandwich Rentan Stres, Ini yang Bisa Dilakukan!
Misalnya satu keluarga generasi sandwich terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Tetapi sebenarnya biaya yang dibutuhkan tidak hanya untuk berempat itu saja. Juga ditambah dengan tanggungan-tanggungan lain dari generasi pendahulu. Upayakan setiap bulan hanya 60 persen dari penghasilan untuk biaya hidup.
Berita Terkait
-
Rupiah Melemah, Kredit Macet Perbankan Bakal Tertekan
-
8 Cara Kelola Keuangan Setelah Lebaran Biar Nggak Miss Queen
-
Lebaran 1446 H Semakin Mudah, 1 Juta AgenBRILink BRI Tangani Transaksi dan Pembayaran
-
Tantangan Industri Semen Berat, SMGR Kempit Pendapatan Rp36 Triliun
-
5 Kesalahan Finansial saat Mudik yang Bikin Dompet Jebol, Hindari Ini!
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
KAI Tambah Kursi Penumpang Rute Medan-Rantau Prapat untuk Arus Balik Lebaran 2025
-
Viral Sepeda Motor Masuk Tol Medan-Kualanamu, Pengendara Mengaku Ikuti Maps
-
Ngeri! Tukang Ojek di Sergai Digorok Penumpang Pakai Cutter
-
Ancam Bunuh Ibu Kandung, Pria di Medan Diamuk Warga
-
Remaja Asal Aceh Hanyut Mandi Sungai Saat Mudik ke Langkat, Ditemukan Tewas