Scroll untuk membaca artikel
Chandra Iswinarno
Jum'at, 11 Desember 2020 | 15:53 WIB
Seorang warga mengarungi banjir di jalanan Gampong Siren, Matangkuli, Aceh Utara, Jumat (11/12). (ANTARA/HO)

SuaraSumut.id - Kepala BNPB Doni Monardo memberikan tiga arahan penanganan bencana saat meninjau lokasi terdampak banjir di Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Aceh.

Pertama, untuk jangka pendek dengan memberikan perlindungan kepada masyarakat terdampak, khususnya bagi mereka yang menjadi korban, termasuk bagi yang berada di pengungsian.

"Meminta agar memisahkan antara kelompok rentan dengan mereka yang usia muda," katanya, Jumat (11/12/2020).

Menurut Doni, kelompok yang masuk dalam kategori rentan meliputi lansia, mereka yang mempunyai penyakit penyerta atau komorbid, ibu hamil dan menyusui serta anak balita.

Baca Juga: Empat Hektare Ladang Ganja di Lereng Bukit Dibakar BNN Aceh

"Itu wajib dipisahkan tidak boleh disatukan," ujarnya.

BNPB akan segera berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk mempercepat proses pengerukan sumbatan dan sedimentasi di bagian hilir agar genangan banjir segera surut.

"Kami juga akan memberikan dukungan bekerja sama dengan Kementerian PUPR untuk mempercepat agar aliran air yang ada di darat ini segera masuk ke laut," ujarnya.

Dalam rangka mendukung upaya penanganan darurat jangka pendek tersebut, pihaknya memberikan bantuan logistik dan peralatan berupa 1 unit tenda pengungsi, 5.000 paket swab antigen, 100.000 masker kain, 10.000 masker KF94, 100 lembar matras, 100 lembar selimut.

Bantuan diberikan kepada sejumlah kabupaten/kota yang terdampak banjir seperti Kota Lhoksumawe, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Bener Meriah dan Provinsi Aceh.

Baca Juga: Terlibat Narkoba, 2 Polisi Berpangkat Bripda di Nagan Raya Bakal Dipecat

Untuk jangka menengah, BNPB akan memberikan dukungan dalam rangka pembangunan atau pemulihan kembali infrastruktur bersama Kementerian PUPR, terutama perbaikan tanggul dan bantaran sungai yang rusak dengan konsep ekologi dan konservasi lingkungan.

Load More