SuaraSumut.id - Pemerintah Aceh menyiapkan sertifikat tanah untuk warga kurang mampu. Sekitar empat ribu lembar sertifikat tanah disiapkan untuk seluruh kabupaten/kota di Aceh hingga 2023.
"Tahap awal ada empat ribu sertifikat, itu target sampai 2023," kata Kepala Pertanahan Aceh Sunawardi, Selasa (26/1/2021).
Ia mengatakan, tahun 2020 pihaknya sudah menyerahkan 1.650 sertifikat untuk dua kabupaten di Aceh yakni Bener Meriah dan Bireun.
Pada 2021 ini sudah diserahkan sebanyak 1.500 sertifikat untuk delapan kabupaten/kota yakni Aceh Barat Daya, Aceh Tenggara, Aceh Tengah dan Aceh Tamiang, Kota Lhokseumawe, Sabang, Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Besar.
"Tahap awal ada empat ribu lembar sampai 2023 yang ditargetkan. Tapi ini kita sampai tahun 2021 saja sudah tiga ribu lebih, bisa melebihi target," ujarnya.
Untuk kategori masyarakat penerima sertifikat tersebut dilihat berdasarkan basic data terpadu (BDT) yang dikeluarkan BPS dan Bappeda kabupaten/kota di Aceh.
Dari data tersebut dilakukan peninjauan dan pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) oleh tim dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).
"Program PTSL itu melaporkan dan mengukur ulang tanah, informasi awalnya dari kepala desa yang menginput data masyarakat," jelasnya.
Dengan proses tersebut maka akan semakin banyak masyarakat miskin yang mendapatkan sertifikat, apalagi seluruh kebutuhannya dibiayai pemerintah Aceh. [Antara]
Baca Juga: Januari 2021, Kerugian Akibat Bencana di Aceh Rp 11,6 Miliar
Berita Terkait
-
Gotong Royong Polhut Se-Indonesia, Bangun Rumah untuk Saudara di Aceh Tamiang
-
Sempat Mandeg Sejak 2019, Sertifikasi Tanah Warga Jakarta Butuh Dana Pemerintah Pusat
-
Delapan Bulan Pasca Bencana, Ratusan Siswa SD di Aceh Masih Belajar Darurat
-
BCA Syariah Bangun 99 Masjid Asmaul Husna Pertama Ar Rahman di Aceh Tamiang
-
Potret Akses Pendidikan di Aceh Barat, Guru dan Siswa Seberangi Sungai Lewat Kabel Baja
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Heboh Jasad Bayi Ditemukan di Binjai, Polisi Turun Tangan
-
Polisi Tersangka Dugaan Korupsi Bansos Ditahan di Lapas Kotapinang
-
Anggota TNI Meninggal saat Bantu Kejar Pengedar Narkoba
-
BRI Peduli Gandeng Petani Lokal di Jawa Barat untuk Tanam 24.000 Mangrove
-
Oknum Guru di Tanjungbalai Bantah Bawa Siswa SD ke Rumah untuk Dilecehkan Suami