SuaraSumut.id - Sebanyak 28 nelayan Aceh yang sempat ditahan di India selama 10 bulan sudah dipulangkan. Pemerintah Aceh pun memberikan bantuan berupa pakaian dan sejumlah uang saku.
"Semoga bantuan itu cukup untuk kebutuhan mereka. Karena setelah dipulang dari India kebutuhan pakaian mereka sangat terbatas," kata Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Almuniza Kamal, dilansir dari Antara, Senin (1/2/2021).
Bantuan diserahkan kepada perwakilan para nelayan di tempat mereka menjalani karantina di hotel Mercure Gatot Subroto, Jakarta.
Sesuai dengan amanah Gubernur Aceh Nova Iriansyah, katanya, nelayan Aceh itu membutuhkan sesuatu dapat langsung menghubungi badan penghubung di Jakarta.
"Kita terus melakukan kontrol terhadap para nelayan itu selama mereka di Jakarta. Jadi kalau mereka perlu bantuan sesuatu bisa langsung menghubungi kita," ujarnya.
Sebelum para nelayan itu dipulangkan ke Aceh, mereka harus menunggu dua kali hasil tes swab, untuk tes pertama hasilnya sudah keluar dan negatif.
"Mudah-mudahan hasil kedua yang akan dilakukan Senin, juga negatif. Karena, kalau hasil tes mereka positif, akan dibawa ke Wisma Atlet Kemayoran," jelasnya.
Berita Terkait
-
3 Nelayan Tersapu Ombak Saat Menangkap Ikan di Perairan Pantai Baron
-
Sembuh, Anak Harimau 'Danau Putra' Dilepasliarkan ke TNGL
-
Nelayan Hilang di Perairan Pulau Tabuhan Banyuwangi Ditemukan Selamat
-
28 Nelayan Aceh Dipulangkan, Ditahan Karena Tangkap Ikan Illegal India
-
Divaksin Covid-19 ke-2, Gubernur Aceh: Yang Pertama Tak Ada Efek Samping
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Indonesia Pimpin Ctif Council, Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme
-
Imigrasi Sumut Sosialisasikan Rancangan Aksi Perubahan Simpel DBI
-
Effendi Simbolon Soroti Beasiswa LPDP dan KIP Kuliah, Minta Mahasiswa PTS Diperhatikan
-
Puluhan Santri Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Bungkus saat Acara HSN Pemkab Deli Serdang
-
UHN Bidik Investasi Rp1 Triliun untuk Smart Campus dan Rumah Sakit