SuaraSumut.id - Seekor gajah betina bernama Siti sempat lepas di Medan Zoo. Gajah Siti memasuki kawasan perkebunan milik warga, di Kecamatan Namorambe, Deli Serdang, diduga bosan.
Dokter hewan di Medan Zoo, Yona Dumaicha mengatakan, gajah memiliki karakteristik yang suka berpetualang.
"Dia (Gajah) kan selama ini sendirian. Jadi mungkin dia bosan, dan ingin jalan-jalan lah istilahnya," katanya, dilansir digtara.com--jaringan suara.com, Rabu (31/3/2021).
Jarak antara lokasi awal dengan tempat perginya gajah siti cukup jauh.
Baca Juga: Diduga Kelabuhi Petugas, Sosok Berjilbab Bersenjata Serang Mabes Polri
Dibelakang areal Medan Zoo terdapat sebuah aliran sungai. Dilokasi inilah tempat perginya sang gajah dengan bobot 3 ton tersebut.
Hal tersebut bukan pertama kali terjadi. Sering gajah lepas dari lokasinya namun tak sampai ke perkebunan warga.
Gajah itu hanya mengitari lokasi lahan perkebunan milik Medan Zoo berupa tanaman jagung dan tebu.
"Biasanya sih dia kalau lepas di seputaran sini aja. Gak sampai keluar sana. Makanya ketika mendengar 'Siti' lepas, yang dipikiran saya lahan mana nih yang dirusaknya," ujarnya.
Sudah Kembali
Baca Juga: LIVE STREAMING: Mabes Polri Diserang OTK Bersenjata, Polisi Sterilisasi TKP
Manajer Medan Zoo, Hendry Pangestu Samosir mengatakan, gajah Siti telah kembali ke Medan Zoo sekitar pukul 09.00 Wib.
"Iya benar kejadiannya semalam," katanya.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 08.00 Wib. Saat itu, petugas keamanan yang melakukan patroli tidak melihat gajah itu berada di tempatnya.
"Satpam kita pertama yang menemukan gajah itu udah tidak di tempatnya, dan langsung melaporkan kepada pawang si Gajah tersebut,” ucapnya.
Mendapati laporan itu, Pawang Gajah mencoba menelusuri jejak dari sang hingga memasuki kawasan Sungai Babura hingga sampai ke perkebunan warga.
"Jadi pada saat petugas kami menemukannya, Gajah itu sudah diikat oleh warga di pohon yang besar. Karena sudah jinak, jadi hewan itu tidak melawan," sebutnya.
Akibat ulahnya, gajah dengan berat 3 ton dengan kondisi rantai masih terikat di kakinya, sedikitnya lahan pertanian milik warga rusak akibat seretan rantai dan pijakan dari Gajah betina itu.
Meskipun demikian, pihak Medan Zoo tetap bertanggung jawab dengan melakukan mediasi kepada warga untuk mengganti rugi tanaman yang rusak.
"Kami tadi sudah bermediasi dan mengganti rugi tanaman warga yang rusak," jelasnya.
Berita Terkait
-
Zeneos Ionity Diperkenalkan di Lebaran Fair 2025, Ideal untuk Motor Listrik
-
Kisah Warga Aceh Sukarela Tangani Konflik Gajah
-
Krisis Konservasi: Gajah dan Harimau Sumatera Terancam di Aceh
-
Peduli Hewan Langka, Jefri Nichol Kolaborasi Dukung Konservasi Gajah Sumatera
-
Lebih Besar dari Gajah: Mengungkap Batas Ukuran Hewan di Bumi
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
KAI Tambah Kursi Penumpang Rute Medan-Rantau Prapat untuk Arus Balik Lebaran 2025
-
Viral Sepeda Motor Masuk Tol Medan-Kualanamu, Pengendara Mengaku Ikuti Maps
-
Ngeri! Tukang Ojek di Sergai Digorok Penumpang Pakai Cutter
-
Ancam Bunuh Ibu Kandung, Pria di Medan Diamuk Warga
-
Remaja Asal Aceh Hanyut Mandi Sungai Saat Mudik ke Langkat, Ditemukan Tewas