SuaraSumut.id - Tinggi Muka Air (TMA) Danau Toba, Sumatera Utara, mulai mengalami pengurangan dan bahkan menyentuh titik minimum.
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menduga, menurunnya level itu disebabkan beberapa hal, salah satunya hilangnya tanaman yang ada di kawasan tersebut.
"Tentunya harus kita pelajari, tapi itu sudah ditemukan bahwa banyaknya tanaman-tanaman yang harusnya ada tapi sekarang tidak ada," kata Edy Rahmayadi, Rabu (31/3/2021).
Untuk mengantisipasi terus berkurangnya tinggi muka air, BPPT melalui Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BTMC) akan melakukan rekayasa cuaca untuk menurunkan hujan di kawasan tangkapan air Danau Toba.
"Yang kedua, dalam waktu dekat akan dilakukan hujan buatan yang saat ini sedang dilakukan sehingga mengantisipasi minesnya air yang harus ada di Danau Toba," ungkapnya.
Danau Toba memiliki fungsi strategis baik untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA), irigasi, serta kebutuhan air baku untuk industri dan rumah tangga termasuk pariwisata.
Air Danau Toba juga menjadi sumber utama untuk tiga bendungan yakni bendungan Pengatur, Bendungan Sigura-gura, dan Bendungan Tangga. Serta menjadi sumber pemutar turbin 2 PLTA yakni PLTA Sigura-gura dan PLTA Tangga.
Diketahui, permukaan air Danau Toba mengalami tren terus menurun setiap tahun. Selain efek perubahan iklim yang menyebabkan perubahan curah hujan di kawasan tersebut, penyebab lainnya diduga lantaran terjadinya kerusakan lingkungan.
Kontributor : Muhlis
Baca Juga: Lahan 70 Hektar Buat Rumah DP 0 Rupiah Masih Misteri, DPRD DKI: Itu Fiktif?
Berita Terkait
-
Sandi Uno Inginkan Danau Toba Bukan Hanya Sekedar Wisata Prioritas
-
Danau Toba Masuk Pengembangan Wisata Super Prioritas, Anggarannya Gede..
-
Promosikan Danau Toba, Pelaku Ekonomi Kreatif Lokal Diajak Go Online
-
Menikmati Eksotisme Danau Toba dari Bukit Singgolom
-
Jokowi Resmikan Gerakan Beli Kreatif Danau Toba, Luhut Borong Ulos
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Polisi Amankan Pemilik Akun TikTok Ritman Marbun, Diduga Hina Yesus Saat Live
-
Lagi Nunggu Pembeli, 2 Pemuda Jual Pod Getar di Medan Diciduk Polisi
-
Viral Aksi Kadus di Deli Serdang Berani Seorang Diri Bakar Lapak Judi-Narkoba, Ini Alasannya
-
Dua Tahun MBG: Bangun Ekosistem Pangan, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal
-
BRI Siapkan Buyback Rp1 Triliun, Ini Jadwal Pelaksanaannya