SuaraSumut.id - Dua terdakwa kasus dugaan penggelapan uang Rp 3,1 miliar mengakui telah menerima transfer dana dari Rudy (korban).
Kedua terdakwa, yaitu Tanuwijaya Pratama alias Awi dan Robert Sulistian alias Atak. Hal ini terungkap dalam sidang di PN Medan, Selasa (13/4/2021).
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fransiska Panggabean menghadirkan dua saksi yakni Wie Thiong dan Alan Tobing.
Dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Immanuel Tarigan, Wie Thiong mengetahui, awalnya korban mentransfer uang kepada kedua terdakwa Rp 1 miliar. Transfer itu untuk investasi modal di perusahaan CV Permata Deli yang bergerak bidang meubel dan furniture milik kedua terdakwa.
"Sepintas saya mendengarkan pembicaraan mereka (antara kedua terdakwa dan korban) bahwa perusahaan milik pak Tanu (terdakwa) kekurangan modal. Jadi kesepakatan secara lisan, bahwa pak Rudy menanamkan modal ke perusahaan kedua terdakwa. Sepintas saya dengar, ada timbal baliknya," kata Wie Thiong.
Pada tahun 2017 ia mendapat berita dari Rudy, bahwa kedua terdakwa tidak ada niat untuk membayar dana Rp 3,1 miliar. Sebagai teman korban dan kedua terdakw berusaha untuk mencoba mediasi mereka.
"Tapi saya lihat mereka (kedua terdakwa) tidak ada keinginan untuk bertemu dengan pak Rudy secara baik-baik. Jangan kan modal, bunga yang dijanjikan juga tidak didapat pak Rudy. Mereka tidak ada menyampaikan kendala kenapa gak bisa membayar. Pak Tanu bilang prospek perusahaan bagus," katanya, dilansir dari medanheadlines.com--jaringam suara.com, Rabu (14/4/2021).
Ia mengaku melihat penyerahan 18 bilyet giro dari kedua terdakwa kepada korban. Meski begitu, hanya 1 bilyet giro yang bisa dicairkan sebesar Rp 200 juta.
Saksi Alan Tobing mengetahui kedua terdakwa melakukan kerjasama investasi modal usaha mebel dengan Rudy. Namun kedua terdakwa tidak menyerahkan laporan pembukuan ke korban.
Baca Juga: Chef Arnold, Juna, dan Renatta Berkolaborasi untuk Menu Spesial MangkokKu
Menurut Alan, karena janji yang diucapkan kedua terdakwa tidak terpenuhi, korban sempat meminta uangnya dikembalikan.
"Seharusnya pak Tanu menyerahkan laporan pembukuan ke pak Rudy. Pernah pak Rudy meminta uang dikembalikan, tapi sampai sekarang belum dikembalikan," jelasnya.
Sejak masuk suntikan dana dari pak Rudy, usaha mebel tersebut berjalan lancar dan gaji karyawan meningkat.
Sebagian besar keterangan kedua saksi dibenarkan oleh kedua terdakwa. Artinya, kedua terdakwa telah mengakui telah menerima dana transfer dari korban.
Terdakwa Tanuwijaya mengaku telah melaporkan pembukuan ke korban melalui Fitri.
Sementara terdakwa Robert mengaku bahwa usaha properti sudah dimulai tahun 2013 dan tahun 2015, pembangunan sudah selesai.
Berita Terkait
-
Felicia Tissue Diduga Terlibat Kasus Penipuan, Warganet Ngadu ke Meilia Lau
-
Polres Jember Bongkar Kasus Penipuan Suami Istri Berkedok Dukun Sakti
-
Akhir Pelarian Emak-emak ASN Terkait Kasus Penipuan Ratusan Juta di Rohul
-
Terlibat Kasus Penipuan, Pelatih Dinamo Zagreb Mundur Jelang Lawan Spurs
-
Kejati Sumut Tangkap Buron Kasus Penipuan
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Selebgram di Medan Ditangkap Polisi Kasus Narkoba
-
Nge-War Tiket Lebaran? Begini Cara Hemat Pakai Promo BRI dan Manfaatkan Super Apps BRImo
-
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Hadirkan 4.000 Paket Ramadan untuk Warga Medan
-
Tri Perkuat Koneksi Ramadan 2026 dengan Paket 65GB Dilengkapi AI
-
Bandara Kualanamu Buka 151 Penerbangan Tambahan pada Mudik Lebaran 2026