SuaraSumut.id - Pemerintah memberi pelayanan pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) dan Kartu Keluarga (KK) untuk transgender di Kota Tangerang Selatan, Banten.
Langkah tersebut sesuai amanat pelayanan terhadap penduduk rentan administrasi yang tertuang dalam Permendagri Nomor 96 Tahun 2019. Namun, transgender diminta jujur untuk mengisi data diri secara jujur.
"Saya minta teman-teman transgender mengisi datanya secara jujur. Namanya harus nama asli, jangan diubah. Nama bapak dan ibu jangan diubah," kata Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh, diberitakan digtara.com--jaringan suara.com, Kamis (3/6/2021).
Ia mengatakan, Kemendagri tidak bisa mencantumkan status transgender dalam kolom jenis kelamin di KTP dan KK. Hukum Indonesia masih menganut jenis kelamin biner, yaitu laki-laki dan perempuan.
Dirinya berharap layanan kependudukan ini bisa memenuhi hak para transgender. Dokumen kependudukan baru tersebut bisa mempermudah kebutuhan hidup mereka.
"Dengan memiliki KK dan KTP el maka kaum transgender akan mudah mendapatkan pelayanan publik seperti BPJS, SIM, bantuan sosial, membuka rekening bank, dan lain-lain," tukasnya.
Berita Terkait
-
Wacana Sanksi Tilang Pesepeda, Polisi Buka Peluang Sita KTP atau Sepeda
-
Cetak KTP di Kota Jogja Dilayani Drive Thru, Peminatnya Meroket
-
Mobil Dinas Ditabrak Harley Davidson, Satpol PP: Diminta STNK Ngasih KTP
-
KTP Online: Cara Cek dari WA, Email, Medsos
-
Murtad, Warga Maros Minta Kolom Agama KTP Diganti Iman Tilaco
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Selundupkan Sabu Pakai Pesawat Militer, Mayor Faisal Divonis 10 Tahun Bui dan Dipecat
-
Kadis Perpustakaan Medan Benny Sinomba Mutasi ke Pemprov Sumut
-
BNPB Minta Warga Flores Jangan Panik Hadapi Gempa Susulan: Tetap Tenang
-
170 Rumah Rusak Akibat Cuaca Ekstrem di Medan
-
BRI KKB National Expo Hadir di 131 Lokasi, Sukses Torehkan Rekor MURI