Suhardiman
Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:38 WIB
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos memberikan sosialisasi kepada warga terdampak gempa M 7,7 Flores, Rabu (19/8/2026). [dok BNPB]
Baca 10 detik
  • Kepala BNPB Suharyanto meminta warga Flores tetap tenang menghadapi potensi gempa susulan pascagempa M 7,7 pada 15 Agustus 2026.
  • Berdasarkan kajian BMKG, gempa susulan diprediksi berkekuatan lebih kecil dan isu tsunami dipastikan tidak mungkin terjadi.
  • Warga dilarang memasuki bangunan rusak parah serta diimbau selalu mengikuti informasi resmi demi keselamatan bersama.

SuaraSumut.id - Sejumlah warga di Pulau Flores masih memilih bertahan di tenda yang didirikan di depan rumah mereka setelah gempa bumi magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8).

Rasa takut dan trauma akibat guncangan kuat membuat sebagian warga belum berani kembali beraktivitas secara normal di dalam rumah. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah dalam penanganan pascagempa.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto mengatakan, meminta masyarakat memahami kondisi kegempaan berdasarkan informasi dan kajian dari BMKG.

Suharyanto menjelaskan bahwa gempa susulan masih dapat terjadi setelah gempa utama. Namun, berdasarkan hasil pemantauan BMKG, gempa susulan yang terjadi cenderung memiliki kekuatan lebih kecil dibandingkan gempa utama.

"Jangan panik, tetapi tetap waspada. Selama 2-3 minggu ke depan menurut BMKG gempa susulan itu mungkin masih terjadi. Tetapi gempa-gempa itu tidak sebesar gempa utama (red: tidak sebesar magnitudo 7,7). Bahkan jika ada isu akan terjadi tsunami menurut BMKG itu tidak mungkin. Ini menurut riset ilmu pengetahuan," kata Suharyanto, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 20 Agustus 2026.

Menurutnya, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan. Warga diminta tidak memasuki bangunan yang rusak sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

"Kalau rumahnya rusak cukup parah, jangan masuk dulu. Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Tetapi bagi rumah yang aman dan sudah diperiksa, masyarakat tidak perlu takut secara berlebihan. Tetap ikuti informasi resmi, jangan percaya pada kabar yang tidak jelas sumbernya," ujarnya.

BNPB mengingatkan masyarakat agar tidak panik setiap kali merasakan getaran. Warga diminta menyikapinya dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan, seperti melindungi diri, menjauh dari bangunan berisiko, serta mengikuti prosedur keselamatan.

Ia mengatakan pemerintah bersama pemerintah daerah, BMKG, BPBD, dan unsur terkait akan terus memantau perkembangan kondisi kegempaan dan memberikan informasi kepada masyarakat.

Baca Juga: Mentan Amran Bilang Stok Beras di NTT Cukup untuk Kebutuhan hingga 1 Tahun

"Yang kita perlukan sekarang adalah tenang dan waspada. Jangan panik, tetapi juga jangan lengah. Dengarkan informasi dari sumber resmi. Pemerintah akan terus berada di tengah masyarakat dan memastikan kebutuhan serta keselamatan masyarakat menjadi prioritas," ucap Suharyanto.

Pesan tersebut disampaikan di tengah proses pemulihan masyarakat Flores. Selain membangun kembali rumah dan memenuhi kebutuhan dasar penyintas, pemulihan pascagempa juga perlu memberikan rasa aman secara psikologis agar masyarakat secara bertahap dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.

BNPB mengajak masyarakat untuk saling menguatkan, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menjadikan informasi resmi BMKG dan pemerintah sebagai rujukan utama.

Load More