SuaraSumut.id - Sekitar delapan ribuan calon jemaah haji asal Sumatera Utara (Sumut) gagal berangkat ke tanah suci Mekkah, untuk menunaikan ibadah haji 1442 Hijriah/2021 Masehi.
"Untuk di Sumatera Utara, kuota kita tujuh sampai delapan ribu jemaah," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumut, Syahrul Wirda, kepada SuaraSumut.id lewat selular, Jumat (4/6/2021).
Ia mengatakan, penundaan keberangkatan jemaah sudah berlangsung dua kali akibat pandemi Covid-19. Ada 14 ribu jemaah yang masuk daftar waiting list keberangkatan haji di tahun berikutnya.
"Kalau sudah dibuka lagi, itu yang diprioritaskan (jemaah) tahun 2020," Syahrul.
Sampai saat ini memang Arab Saudi belum membuka untuk haji. Kemudian, lanjut dia, informasi yang sampai di masyarakat bahwa ada 11 negara yang bisa masuk ke Arab Saudi yakni Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, Italia, Jepang, Jerman, Prancis, Portugal, dan Swedia.
"Itu bukan untuk haji, itu kan yang bisa masuk ke Arab Saudi, bukan untuk melaksanakan haji. Untuk haji itu tak ada satupun negara yang dibuka oleh Arab Saudi," ujarnya.
Untuk itu, masyarakat perlu diberi pemahaman akan hal tersebut. Di samping sudah menjadi ketentuan Allah SWT, pemerintah lebih mengutamakan keselamatan jiwa.
"Karena di haji ini ada 3 kemampuan yang harus dilihat, pertama finansial, kedua segi keamanan pelaksanaan, dan ketiga segi kesehatan. Jadi kalau kemampuan itu tidak terpenuhi kita kan tidak wajib melaksanakan haji," ungkapnya.
Dana Haji Aman
Baca Juga: Pemerhati Lingkungan: Ada Kejanggalan Izin Reklamasi di Pantai Watu Dodol Banyuwangi
Syahrul menerangkan, masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah mengusahakan yang terbaik untuk jemaah haji.
Jika kalau ada masyarkaat yang ingin mengambil uang yang sudah disetor, pemerintah siap untuk mengembalikan.
"Kan ada kekhawatiran apakah masih ada uang haji, ada. Kalau mau ditarik kembali ya boleh," katanya.
Namun demikian, Syahrul menyarankan kepada masyarakat untuk tidak mengambil yang sudah disetorkan.
"Kalau kita sarankan jangan lah ambil uang itu. Tunggu aja nanti yang sudah menyiapkan untuk ibadah itu. Kalau tak sampe nanti kan ada kebijakan pemerintah boleh diganti dengan keluarga," katanya.
Sedangkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan menyampaikan menghormati keputusan pembatalan haji tahun ini.
"Inikan kebijakan bilateral antar negara, kalau memang ternyata Arab Saudi punya kebijakan terkait dengan pemberangkatan haji tahun ini ada hubungannya dengan Covid-19 atau pandemi ini ya tentu kita hormatilah sikap mereka," kata Ketua MUI Medan Dr H Hasan Maksum MAg kepada wartawan SuaraSumut.id, Kamis (3/6/2021).
Berita Terkait
-
Ibadah Haji Ditiadakan, 213 Calhaj di Kota Tegal Batal Berangkat
-
5.008 Calon Jamaah Haji Riau Gagal Berangkat ke Tanah Suci Tahun Ini
-
Kritik Said Didu soal Ibadah Haji, Ferdinand Hutahaean: Provokatif
-
Tagar Kemanain Dana Haji Trending, Publik Sindir Pakai Video Rizal Ramli
-
Dampak Pembatalan Keberangkatan, 700 Calon Jemaah Haji Kota Tasik Gagal ke Tanah Suci
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
Terkini
-
Polisi Amankan Pemilik Akun TikTok Ritman Marbun, Diduga Hina Yesus Saat Live
-
Lagi Nunggu Pembeli, 2 Pemuda Jual Pod Getar di Medan Diciduk Polisi
-
Viral Aksi Kadus di Deli Serdang Berani Seorang Diri Bakar Lapak Judi-Narkoba, Ini Alasannya
-
Dua Tahun MBG: Bangun Ekosistem Pangan, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal
-
BRI Siapkan Buyback Rp1 Triliun, Ini Jadwal Pelaksanaannya