Scroll untuk membaca artikel
Suhardiman
Selasa, 08 Juni 2021 | 15:25 WIB
Masyarakat mendatangi kantor Disdik Sumut. [Suara.com/Muhlis]

"Pada prinsipnya yang terjadi ada sebagian besar kesalahan dalam menggunakan alat. Ada yang menggunakan handphone dan ada pula yang tidak menghapus cache atau historis tidak dihapus, sehingga masyarakat mengalami kendala di situ," katanya.

Ia menjelaskan, kedatangan para orang tua siswa ke Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut, karena pihaknya menyediakan petugas untuk membantu proses pendaftaran bukan lantaran terjadinya kesalahan.

Suhendri mengklaim bahwa server yang digunakan tidak bermasalah. Bahkan dari sejumlah temuan di lapangan yang menjadi kendala adalah pada saat proses pendaftaran.

"Kalau di bagian aplikasi sudah supporting siap support. Seperti yang saya temukan tadi, yang menjadi kendala ternyata karena masyarakat belum melakukan pendaftaran sesuai link yang diberikan, masih salah. Tapi yang datang kesini bukan semua yang mengalami masalah di sistem, ada juga yang belum paham cara mendaftar," jelasnya.

Baca Juga: Surya Paloh Sebut Nasib Pemilu 2024 Bergantung pada Jawa Timur

Ombudsman Sidak Proses PPDB Sumut

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara (Sumut), Abyadi Siregar melakukan pengawasan langsung terhadap proses seleksi penerimaan siswa baru di tingkat SMA itu.

Abyadi memberikan beberapa catatan atas pelaksanaan PPDB yang banyak dikeluhkan orang tua calon siswa.

"Yang saya lihat tadi aplikasinya yang menjadi kendala, sepertinya tidak dipersiapkan dengan baik," kata Abyadi.

Menurutnya, pendaftaran sudah dibuka pada tanggal 7 Juni 2021, namun persiapan yang dilakukan terkait server masih belum memenuhi apa yang diharapkan. Sebagian siswa mengalami perubahan pilihan tujuan sekolah dari yang dipilih.

Baca Juga: Kawanan Jambret Sadis Kerap Beraksi di Kuburan Kota Batam Berhasil Diringkus

Hal lain meski sudah dipersiapkan jauh hari ternyata di beberapa sekolah misalnya di SMa Pantai Labu masih kosong pendaftar.

Load More