SuaraSumut.id - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021-2022 di Sumut telah dibuka. Namun, sejumlah orangtua siswa mengeluhkan situs PPDB Sumut yang mengalami kendala atau eror.
Salah satu orangtua siswa Meri Ginting mengaku, mengalami kendala saat proses pendaftaran, sepertinya tidak sesuainya data yang dimasukkan dengan data terupdate pada situs pendaftaran.
"Misalnya yang dipilih di sekolah SMA 1, malah yang tercantum ke SMA 2," kata Meri, Selasa (8/6/2021).
Kendala saat pendaftaran juga terjadi saat masuk ke situs. Dirinya bahkan harus mencoba beberapa kali agar data sesuai dengan apa yang diinput. Setelah mendaftar, nama anaknya muncul apada jalur yang bukan dipilih saat melakukan pengisian data.
"Sampai 10 kali kita ulangi terus, data dan histori semua sudah di hapus, tapi hasil tetap sama," ujarnya.
Dia berharap, proses pendaftaran PPDB anaknya harus sesuai dengan pilihan yang dipilih bukan berpindah secara otomatis. Ia mengaku, anaknya seleksi melalui jalur prestasi, namun setelah mendaftar nama anaknya masuk dalam jalur Afirmasi.
"Jalur prestasi anak saya, sesuai dengan nilai kemampuan dia di raport, jadi harusnya kita ambil jalur prestasi. Tapi belum tercapai sampai detik ini, padahal besok sudah ditutup pendaftaran," ungkapnya.
Panitia PPDB Sumut membantah
Ketua PPDB Sumut, Mohd Ikhsan Lubis melalui Sekretaris Panitia pendaftaran dan seleksi, Suhendri membantah server eror atau gangguan server menjadi penyebab terkendalanya proses pendaftaran.
Baca Juga: Surya Paloh Sebut Nasib Pemilu 2024 Bergantung pada Jawa Timur
Dia mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi penyebab terkendalanya proses pendaftaran. Pertama, masyarakat melakukan pendaftaran tidak sesuai dengan link yang diberikan. Kedua, terjadi kesalahan saat melakukan pendaftaran. Ketiga, belum familiar-nya masyarakat dengan cara pendaftaran.
"Pada prinsipnya yang terjadi ada sebagian besar kesalahan dalam menggunakan alat. Ada yang menggunakan handphone dan ada pula yang tidak menghapus cache atau historis tidak dihapus, sehingga masyarakat mengalami kendala di situ," katanya.
Ia menjelaskan, kedatangan para orang tua siswa ke Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut, karena pihaknya menyediakan petugas untuk membantu proses pendaftaran bukan lantaran terjadinya kesalahan.
Suhendri mengklaim bahwa server yang digunakan tidak bermasalah. Bahkan dari sejumlah temuan di lapangan yang menjadi kendala adalah pada saat proses pendaftaran.
"Kalau di bagian aplikasi sudah supporting siap support. Seperti yang saya temukan tadi, yang menjadi kendala ternyata karena masyarakat belum melakukan pendaftaran sesuai link yang diberikan, masih salah. Tapi yang datang kesini bukan semua yang mengalami masalah di sistem, ada juga yang belum paham cara mendaftar," jelasnya.
Ombudsman Sidak Proses PPDB Sumut
Berita Terkait
-
Situs PPDB Sumut Eror, Begini Kata SMAN 1 Medan
-
Datangi Posko PPDB di SMAN 70, Ortu Siswa: Anaknya Ngambek, Mau Sekolah Negeri
-
Niat Anies Percanggih Website Malah Jadi Bumerang, Situs PPDB DKI Jadi Bermasalah
-
Tak Cuma Sulit Akses PPDB, Banyak Murid Salah Nama hingga KTP Ortu
-
PPDB Mulai Berlangsung Besok, Forpi Kota Yogyakarta Buka Posko Pengaduan
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
Terkini
-
Terdesak Ekonomi, Ibu di Deli Serdang Tega Jual Bayi Rp12 Juta
-
360 Ribu Wisatawan Kunjungi Sumut Saat Lebaran 2026, Samosir Jadi Destinasi Terpopuler
-
Tanggapan Pengamat Soal Bitcoin Bisa Dibobol Kurang dari 10 Menit dengan Komputer Kuantum
-
Haru Amsal Sitepu Usai Divonis Bebas: Ini Kemenangan untuk Seluruh Pejuang Ekonomi Kreatif
-
Dari Earth Hour ke Green Action: Langkah Nyata BRI Tekan Emisi