- Polisi Sumut mengusut dugaan penggelapan dana jemaat Gereja Katolik Aek Nabara senilai Rp28 miliar oleh mantan Kepala Kas Bank Plat Merah.
- Tersangka AH (42) baru mengakui memakai sekitar Rp7 miliar untuk investasi seperti kafe dan mini zoo.
- Penyidik sedang menyiapkan penyitaan aset tersangka di Labuhanbatu serta mendalami kemungkinan tersangka lain.
SuaraSumut.id - Polisi terus mengusut kasus dugaan penggelapan dana Jemaat Gereja Katolik Paroki Aek Nabara, Labuhanbatu, Sumatera Utara, Rp28 miliar, yang dilakukan oleh AH (42).
Dalam perkembangan terbaru, tersangka yang merupakan mantan Kepala Kas Bank Plat Merah Unit Aek Nabara ini mengaku baru menggunakan uang sekitar Rp7 miliar dari total dana yang digelapkan.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, Kombes Rahmat Budi Handoko, mengungkapkan bahwa dana tersebut digunakan tersangka untuk berbagai investasi usaha.
“Kalau dari laporan polisi kemarin itu ada sekitar Rp28 miliar. Namun, sampai dengan tadi, tersangka baru mengakui sekitar Rp7 miliar yang digunakan. Kegunaannya yaitu salah satunya untuk investasi baik di bidang sport center, kafe, mini zoo, dan beberapa tempat yang dijadikan usaha oleh tersangka,” katanya, Selasa 31 Maret 2026.
Penyidik saat ini tengah menyiapkan langkah hukum lanjutan berupa penyitaan aset milik tersangka. Seluruh aset yang diduga berasal dari aliran dana tersebut diketahui berada di wilayah Labuhanbatu, Sumut.
“Jadi nanti kami akan mengajukan surat permohonan izin dari pengadilan untuk melakukan penyitaan. Sementara asetnya masih seluruhnya ada di Labuhanbatu. Ini sedang kami dalami,” ujarnya.
Selain itu, pihak kepolisian juga membuka kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus ini. Termasuk dugaan keterlibatan istri tersangka yang saat ini masih dalam tahap pendalaman.
“Jadi sementara pemeriksaan, apabila memang ada keterlibatan dari istri beliau, membantu atau mungkin juga ikut dalam hal ini penipuan tersebut, kalau memang unsur dan buktinya cukup untuk dinaikkan sebagai tersangka, akan kami lakukan,” tegas Rahmat.
Polda Sumut memastikan akan terus mengembangkan kasus ini guna menelusuri aliran dana serta mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat.
Diketahui, kasus penggelapan uang jemaat Gereja Katolik Paroki Aek Nabara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, sekitar Rp28 miliar dari tabungan/cashunit jemaat di Bank Unit Aek Nabara.
Pelaku diduga berinisial AH yang menawarkan skema “investasi” atau tabungan melalui Bank dengan janji bunga sekitar 8 persen per tahun kepada jemaat gereja.
Dana jemaat dikumpulkan sejak sekitar 2019 dan total mencapai sekitar Rp28–28,5 miliar, tetapi dana tersebut tidak benar-benar ditempatkan di produk resmi Bank sehingga setelah terkumpul, “dibawa kabur” oleh tersangka.
Kontributor : M. Aribowo
Tag
Berita Terkait
-
Tampang Tersangka Penggelapan Dana Jemaat Gereja yang Ditangkap Imigrasi di Kualanamu
-
Usai Ditangkap, Tersangka Penggelapan Dana Jemaat Gereja di Aek Nabara Diperiksa Polda Sumut
-
Tersangka Penggelapan Dana Jemaat Gereja Rp 28 Miliar di Aek Nabara Ditangkap
-
Eks Kepala Bank Jadi Tersangka Penggelapan Dana Jemaat Rp 28 Miliar
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Alwi Hasbi Silalahi: Pemko Medan Harus Total Beri Jaminan Keamanan di Rakernas Apeksi
-
Dandim Buka Suara soal Video Viral Dugaan TNI Curi 16 Lembu, Sebut Sengketa Sipil
-
Modus Pura-pura Check-in Hotel, Komplotan Curanmor Gasak Motor CRF di Parkiran
-
Pabrik Sepatu Yumeida di Deliserdang Ludes 80 Persen, Damkar 3 Kota Turun Tangan
-
Eks Aktivis Reformasi 98 Dukung Prabowo, Minta Koruptor MBG Dihukum Seumur Hidup