SuaraSumut.id - Banyak dari istri yang menjadi janda setelah kehilangan suaminya karena Covid-19. Pemerintah pun diminta untuk merawat para janda-janda tersebut.
Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, disebut menjadi salah satu titik yang paling parah terdampak pandemi Covid-19. Sudah ada 256 orang yang meninggal dunia dan sebagian berstatus sebagai suami atau kepala rumah tangga.
Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur mengaku, banyak istri yang ditinggalkan suami akibat Covid-19. Hal itu harus mendapat perhatian lebih dari pemerintah setempat.
“Tidak sedikit yang terdampak Covid 19, termasuk perempuan yang menjanda dan menjadi anak yatim,” ujar Ketua Harian P2TP2A Cianjur, Senin (26/7/2021).
Selain itu, anak-anak juga menjadi kehilangan ayahnya. Mereka pun layak mendapat perlindungan baik dari pemerintah maupun pihak lain yang bertanggung jawab.
"Harus ada tindakan dari semua pihak, termasuk pemerintah terhadap perempuan dan anak pasca ditinggalkan suami atau orangtuanya," terangnya.
Menurut Undang-Undang Perlindungan Anak, kewajiban pertama ada di tangan keluarga inti atau orang tua kandung. Jika tidak ada, maka keluarga dari orang tua yang wajib memberikan hak anak. Namun, menurutnya, saat ini situasinya berbeda.
"Kalau terdampak akibat meninggal Covid-19, lalu keluarganya kesulitan karena kesulitan ekonomi, maka menjadi tanggungjawab masyarakat dan pemerintah,” katanya.
Ia mengaku, seorang anak mempunyai hak dilindungi dan diberikan pendidikan agar kelak menjadi sosok yang berguna.
Baca Juga: Ilmuwan Sebut Obat Anjing Masitinib Berpotensi Jadi Antivirus Hadapi Pandemi Covid-19
"Seorang anak yang ditinggal orangtua karena Covid 19 harus dilindungi, pemerintah harus ada karena dalam pandemi ini anak harus tetap belajar di rumah tapi bagaimana tetap kita menciptakan suasana damai agar anak bisa terpantau," tukasnya.
Berita Terkait
-
Ilmuwan Sebut Obat Anjing Masitinib Berpotensi Jadi Antivirus Hadapi Pandemi Covid-19
-
Hati-hati, Bersin Jadi Gejala Umum Covid-19 Bagi yang Telah Divaksinasi
-
Sentil Massa Demo Jokowi End Game, Abu Janda Sebut Nama Binatang
-
5 Desa di Bali Larang Poligami, Salah Satunya Dilarang Nikahi Janda
-
Modus Ngajak Ngapel ke Rumah Janda, Duda Kaya Leuwidamar Lebak Tewas Ditikam
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Road to HKBP 165 Padel Series di Medan, Effendi Simbolon: Ajang Sportivitas-Silaturahmi Masyarakat
-
Tabrak Lari Maut di Toba, 2 Mahasiswi Tewas Usai Senggolan dengan Mobil
-
Awas! Perampok di Deli Serdang Pancing Korban Lewat Aplikasi Kencan Online
-
Modus Pura-pura Bantu Anak Wanita yang Sakit, Tukang Parkir di Medan Malah Curi Tas
-
BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar kepada 1.619 Debitur di Jakarta