SuaraSumut.id - BKPSDM Nagan Raya mencoret nama seorang pelamar CPNS. Pasalnya, pelamar itu diduga memalsukan nilai IPK (indek prestasi kumulatif) saat mendaftar.
"Pelamar yang kita coret berinisial NA. Ia pelamar Asisten Apoteker," kata Kepala BPKSDM Kabupaten Nagan Raya Aceh Bambang Surya Bakti, melansir Antara, Jumat (20/8/2021).
Terungkapnya kasus itu berdasarkan dilaporkan oleh teman pelaku kepada Panitia Penerimaan Seleksi CPNS Pemkab Nagan Raya.
Temuan itu ditindaklanjuti oleh panitia dengan melakukan pemanggilan. Hal ini guna memastikan informasi yang diterima oleh panitia dari peserta lainnya, saat masa sanggah berlangsung.
Di depan panitia, NA mengakui dirinya telah memalsukan nilai IPK ke dalam sistem pendaftaran CPNS ketika mengajukan lamaran, dengan nilai IPK mencapai 2,77. Padahal IPK yang tertera di dalam ijazah 2,45.
Ia diduga memalsukan nilai IPK karena batas IPK terendah pelamar yang diterima dalam seleksi CPNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, minimal IPK nya paling rendah 2,45.
“Karena sudah mengakui perbuatannya, NA kemudian mengundurkan diri sebagai peserta CPNS tahun 2021, dan yang bersangkutan sudah kita coret dari kepesertaan pelamar," katanya.
Jumlah pelamar seleksi CPNS di Kabupaten Nagan Raya pada tahun ini mencapai 3.345 peserta, dengan berbagai formasi yang diterima seperti dari tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan P3K.
Baca Juga: Manajemen Klarifikasi soal Lala Widy Batal Duet dengan Wika Salim
Berita Terkait
-
Heboh Dugaan Pemalsuan Beras BPNT di Bandung Barat, PSM Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Daftar Kasus Pemalsuan PCR Covid-19 di Kaltim Sepanjang 2021
-
Polisi Bongkar Kasus Pemalsuan Surat Tes Antigen di Pelabuhan Bakauheni
-
Pemalsuan Surat Swab Antigen di Depok, Pelaku Patok Harga Rp 50 Ribu per Suket
-
Polisi Bekuk Lima Pelaku Pemalsuan Surat PCR di Bandara Halim
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Indonesia Pimpin Ctif Council, Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme
-
Imigrasi Sumut Sosialisasikan Rancangan Aksi Perubahan Simpel DBI
-
Effendi Simbolon Soroti Beasiswa LPDP dan KIP Kuliah, Minta Mahasiswa PTS Diperhatikan
-
Puluhan Santri Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Bungkus saat Acara HSN Pemkab Deli Serdang
-
UHN Bidik Investasi Rp1 Triliun untuk Smart Campus dan Rumah Sakit