SuaraSumut.id - Oknum TNI Praka AS, tersangka kasus penembakan yang merenggut nyawa Mara Salem Harahap atau Marsal Harahap (42) meninggal dunia. Praka AS meninggal pada Minggu (12/9/2021).
"Iya betul, yang bersangkutan meninggal dunia," kata Kapendam I/BB, Letkol Donald Silitonga, kepada SuaraSumut.id, Senin (13/9/2021) siang.
Donald mengatakan, jasad Praka AS dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna dilakukan autopsi.
"Tadi malam dibawa sekitar pukul 22.00 WIB ke rumah sakit (Bhayangkara)," katanya.
Donald mengatakan, Kodam I/BB membentuk tim investigasi untuk menyelidiki kematian Praka AS.
"Hasilnya apa nanti kita kabari," tukasnya.
Diketahui, Marsal tewas ditembak di Jalan Huta VII, Nagori Karang Anyer, Kecamatan Gunung Malinggas, Kabupaten Simalungun, Jum’at (18/6/2021).
Pembunuhan diotaki pemilik tempat hiburan malam berinisial S (57). Saat menjalankan aksinya, S memerintahkan karyawannya Y (31) dan seorang oknum TNI berinisial AS . Dia juga memberi uang untuk membeli senjata Rp 15 juta.
Pomdam yang mengusut kasus itu mengamankan eksekutor utama Praka AS, dan tiga orang oknum TNI AD yang memberikan senjata api yakni Serda DE, Koptu PMP, dan Sertu LS.
Baca Juga: Hutan Pinus Mangunan Gantikan Watu Lumbung Resort, Ini Penjelasan Dinas Pariwisata Bantul
"Dari pengembangan terhadap AS (eksekutor) didapatkan keterlibatan oknum oknum TNI Angkatan Darat lainnya, dalam hal ini telah terungkap sejumlah 3 orang," kata Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hassanudin, Selasa (27/7/2021).
Ia menjelaskan, dari pemeriksaan terhadap AS didapatkan bahwa senjata api didapatkannya dari oknum DE.
"Dengan transaksi uang yang dikirim tadi Rp 15 juta, DE ini mendapatkan senpi tersebut dari PMP, hal ini juga dengan transaksi uang Rp 10 juta dan dengan perantara melalui LS," kata Pangdam.
"Maka dari itu dibelakang saya dari 1 menjadi 4, hasil pengembangan penyidikan dan berkaitan dengan senjata api sesuai dengan komitmen yang kita sampaikan bahwa kita akan mengusut secara tuntas dan terang benderang," sambungnya.
Barang bukti hasil pengembangan penyidikan penyalahgunaan senjata, yakni 2 pucuk senjata api FN rakitan berikut satu dua buah magazine, dan satu pucuk G-2 combat pabrikan Pindad tanpa nomor berikut 2 magazine dan 27 amunisi kaliber 9 mm dan 3 butir kaliber 22 Korea dan 1 butir amunisi kaliber 38 Pindad.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Oknum TNI Terlibat Penembakan Mara Salem Harahap Dijerat Pasal Berlapis
-
Oknum TNI Terlibat Penembakan Maut Mara Salem Jadi 4 Orang, Ini Penjelasan Pangdam I/BB
-
Eksekutor Penembak Mati Wartawan Mara Salem Harahap di Sumut, Ternyata Oknum TNI
-
AJI Medan Desak Kepolisian Usut Pembunuhan Wartawan Mara Salem Harahap
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Polisi Amankan Pemilik Akun TikTok Ritman Marbun, Diduga Hina Yesus Saat Live
-
Lagi Nunggu Pembeli, 2 Pemuda Jual Pod Getar di Medan Diciduk Polisi
-
Viral Aksi Kadus di Deli Serdang Berani Seorang Diri Bakar Lapak Judi-Narkoba, Ini Alasannya
-
Dua Tahun MBG: Bangun Ekosistem Pangan, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal
-
BRI Siapkan Buyback Rp1 Triliun, Ini Jadwal Pelaksanaannya