Tak jauh dari Stasiun Kereta Api, juga terdapat Monumen Perjuangan Angkatan 66. Di dalamnya terdapat relief kematian Letda Sujono yang dibantai PKI secara sadis.
Dikutip dari buku "Komunisme di Indonesia" yang diterbitkan Pusjarah TNI tahun 2009 menyebutkan, peristiwa kematian Sudjono membangkitkan simpati seluruh masyarakat.
Sebaliknya PKI menyatakan massanya tidak bersalah. BTI mengeluarkan pernyataan bahwa kejadian di perkebunan Bandar Betsy akibat politik adu domba administratur. Sebagai tindak lanjutnya, PKI menyiapkan tim pembela dari Jakarta untuk mereka yang dituduh terlibat.
Pengadilan Negeri Permatangsiantar yang bersidang pada Mei 1965, mengadili 23 terdakwa yang terlibat dalam peristiwa Bandar Betsy. Pengadilan memvonis terdakwa antara 5 sampai dengan 15 tahun penjara.
Tak lama kemudian, Asli alias Sukimin (40), ketua anak Cabang BTI Serbelawan yang disebut sebagai otak dari peristiwa itu ditangkap dan diadili.
Ia mengakui telah mengerahkan masa BTI di perkebunan PPN Karet IV Bandar Betsy untuk membunuh Pelda Sujono, yang waktu itu bertugas menjaga keamanan di perkebunan tersebut. Asli, dijatuhi hukuman mati sesuai dengan tuntutan jaksa.
Sementara, Juko Umboro yang merupakan anak keempat almarhum Letda Sujono, menceritakan peristiwa itu terjadi pada Jumat siang.
"Waktu itu saya masih kelas 3 SMA, bapak pada masa itu sudah menjadi perwira pengawas di Bandar Betsy, memorinya dulu gini pesannya kamu sekolah yang bagus jangan gak sekolah," kata Joko, dikutip dari infosumut, Jumat (24/9/2021).
Dirinya mengaku, saat itu ayahnya keluar rumah tidak membawa senjata.
Baca Juga: Anak Nia Daniaty Dituduh Tipu CPNS, Farhat Abbas Minta Polisi Bertindak
"Jadi pas siang itu, Jumat tuh pak, kok gak bawa senjatanya ke rumah, alah mau ksana aja dulu kok bentar, gak bawa senjata," kata Joko.
"Jadi dijemput ke lapangan, rupanya udah ada rencana orang-orang komunis tadi," sambungnya.
Tak lama kemudian, kata Joko, pihak keluarga menerima kabar duka. Setelah kematian ayahnya, Letkol Maliki sering datang ke rumahnya.
"Setelah itu Letkol Maliki (terlibat PKI) datang ke rumah setiap hari, datang karena mungkin kami mau dihabisi semua," imbuhnya.
Mengetahui keselamatan keluarga Sujono juga terancam, atas perintah Panglima RPKAD Sarwo Edhie, keluarga Letda Sudjono langsung dievakuasi.
"Diungsikan ke perumahan Kowilhan di Jalan Sudirman Medan, disanalah kami sekeluarga semua hampir dua bulan, rencana kami semua anaknya mau dihabisi (makanya diungsikan)," kata Joko.
Tag
Berita Terkait
-
Kisah Tragis Pahlawan Hotel Rwanda Paul Rusesabagina
-
Mantan Menteri Agama Harap Munir Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional
-
Putri Gus Dur Sebut Putra Pahlawan Revolusi Ini Tepat bagi Rekonsiliasi Tragedi 1965
-
Wahai Ibu Pertiwi, Lihatlah Wajah Pahlawan Masa Kini Kami!
-
Memprihatinkan, Kondisi Tugu Pahlawan di Jalan Ujung Pandang Makassar
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
Tabrak Lari Maut di Toba, 2 Mahasiswi Tewas Usai Senggolan dengan Mobil
-
Awas! Perampok di Deli Serdang Pancing Korban Lewat Aplikasi Kencan Online
-
Modus Pura-pura Bantu Anak Wanita yang Sakit, Tukang Parkir di Medan Malah Curi Tas
-
BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar kepada 1.619 Debitur di Jakarta
-
3 Penambang Tewas Tertimbun Longsor di Madina