Scroll untuk membaca artikel
Riki Chandra
Sabtu, 09 Oktober 2021 | 15:08 WIB
Tersangka pembunuhan terhadap guru SD diamankan polisi. [Ist]

Selesai merapikan kamar kos, keduanya bertandang ke rumah kos teman korban yang berada tak jauh dari lokasi (kos korban).

"Tersangka dan korban ngobrol dan bermain gitar di kos teman korban, kemudian sekitar pukul 24.00 WIB, tersangka dan korban kembali Ke kosan korban," ujar Kapolsek.

Sesampainya di kos korban, kata Zulkifli, tersangka langsung cuci muka dan tidur di kos korban dengan posisi telungkup.

"Sekitar pukul 04.00 WIB tersangka terbagun dan terkejut melihat korban sudah menindih dan sudah menurunkan celana dan pakaian dalam tersangka dan hendak melakukan pelecehan (menyodomi) tersangka," katanya.

Baca Juga: Asrama Haji Medan Bakal Jadi Tempat Karantina Pekerja Migran

Karena tersangka tidak terima diperlakukan seperti itu, tersangka sontak mengambil martil yang terletak di lantai dan langsung memukul kepala korban menggunakan martil tersebut berulang-ulang hingga korban terkapar tak berdaya bersimbah darah.

Sangkin kerasnya pukulan, martil sampai masuk ke dalam kepala korban. Selang beberapa hari kemudian, warga yang mengetahui korban tewas lalu memberitahukan kepada pihak berwajib.

"Tersangka mencabut martil dari kepala korban, dan tersangka mengambil handphone dan sepeda motor korban, dan meninggalkan lokasi. Tersangka membuang martil yang dibalut dengan baju di Jembatan Jalan Eka Sama Kanal," imbuhnya.

Kapolsek menuturkan, motif tersangka membunuh korban karena tidak terima hendak dilecehkan oleh korban. "Motifnya karena tersangka tidak terima korban menindihnya, dan juga tersangka ingin menguasai harta benda korban. Tersangka ini pecandu sabu," tukasnya.

Dari tangan tersangka polisi turut mengamankan barang bukti, 1 potong celana pendek milik tersangka, dan 1 unit handphone milik korban yang telah dicuri tersangka.

Baca Juga: Dua Pencuri Laptop di SMA Asahan Sumut Diciduk, Satu Pelaku Ditembak

Kontributor : M. Aribowo

Load More