SuaraSumut.id - Kejari Tapsel, Sumatera Utara, meningkatkan status perkara dugaan korupsi anggaran dana desa (ADD) atau APBDes se-Kabupaten Tapanuli Selatan ke tinggak penyidikan. Adapun indikasi kerugian negara Rp 1,2 milliar.
Kasi Intel Kejari Tapsel Saman Dohar Munthe mengatakan, peningkatan status perkara tersebut setelah dilakukan penyelidikan terkait laporan masyarakat.
Sebelumnya, Kejari Tapsel menerima laporan dugaan korupsi pada kegiatan papan monografi dan pembelian baju kader posyandu, baju LPMD dan pengadaan koran di desa menggunakan ADD pada 212 desa se-Kabupaten Tapsel Tahun Anggaran 2019.
"Sedangkan Surat Perintah Penyelidikan (P-2) tertanggal 07 September 2021,” katanya, melansir digtara.com--jaringan suara.com, Senin (1/11/2021).
Kepala Kejari Tapsel Antoni Setiawan mengaku, bahwa proses pengadaan tidak sesuai peraturan.
“Dalam pelaksanaan pengadaan tersebut tidak sesuai dengan Permedagri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa Pasal 7. Indikasi kerugian negara sekira Rp 1,2 miliar," ujarnya.
Tidak tertutup kemungkinan oknum pejabat di Tapsel akan terseret dalam kasus rasuah ini.
"Ada 212 desa dan Kepala Desa se- Tapanuli Selatan sudah diperiksa untuk kasus dugaan korupsi ini," jelasnya.
Pada pengadaan koran dananya dititipkan (pengembalian) ke Kejaksaan negeri Tapanuli Selatan oleh setiap desa yang jumlah keseluruhannya sebesar Rp 239 juta lebih.
Baca Juga: Percepat Herd Immunity di Indonesia, BRI Sediakan 1.500 Dosis Vaksin Covid-19
"Pada Tanggal 26 Oktober 2021 Kajari beserta Tim Jaksa Penyelidik telah menyerahkan kelebihan bayar uang koran desa sebesar Rp 239.575.000 kepada setiap desa disaksikan oleh Kadis Pemdes Tapanuli Selatan," tukasnya.
Berita Terkait
-
Buron 18 Tahun, Mujiono Terpidana Korupsi di Riau Akhirnya Ditangkap
-
Jadi Tersangka Korupsi, Tugas Deputi BP Batam Syahril Japarin Digantikan Purwiyanto
-
Tersangka Korupsi Bantuan Taman Pendidikan Alquran se-Bojonegoro Terancam Hukuman Mati
-
Dugaan Korupsi Pelabuhan Tanjung Api-Api Dilaporkan ke Kejagung
-
KPK Periksa Direktur Sejumlah Perusahaan Terkait Dugaan Korupsi PTPN XI Lumajang
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC