- Pemkot Medan menargetkan 2.001 pos keamanan lingkungan tersebar di 21 kecamatan selesai aktif pada Juni 2026.
- Wali Kota Medan menyatakan pos kamling berfungsi sebagai pusat koordinasi keamanan dan sarana mempererat kerukunan warga.
- Jumlah pos kamling aktif telah meningkat dari 1.160 unit menjadi sekitar 1.450 unit sebelum target akhir.
SuaraSumut.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Medan menargetkan 2.001 pos pengamanan lingkungan (pos kamling) yang tersebar di 21 kecamatan wilayah itu akan rampung pada Juni 2026.
"Insyaallah, target kita sampai pertengahan tahun ini seluruh 2.001 lingkungan di Kota Medan sudah memiliki pos kamling yang aktif," kata Wali Kota Medan Rico Waas, melansir Antara, Jumat, 6 Maret 2026.
Ia mengatakan bahwa keberadaan pos kamling sangat penting yang harus dimiliki kota setempat. Pos kamling menjadi salah satu pusat koordinasi warga dalam menjaga keamanan sekaligus menyelesaikan persoalan di lingkungan secara dini.
Selain itu, Rico Waas mengatakan keberadaan pos kamling juga menjadi sarana silahturahmi demi mempererat kerukunan antara bermasyarakat.
Oleh karena itu, Ia menegaskan pemerintah kota setempat berkomitmen merampungkan pengaktifan pos kamling di seluruh kecamatan di wilayah itu.
"Pada Agustus tahun lalu, jumlah pos kamling aktif tercatat sekitar 1.160 unit. Kini jumlahnya telah meningkat menjadi sekitar 1.450 unit," kata dia.
Dalam pengaktifan pos kamling, Rico Waas mengaku telah menginstruksikan kecamatan untuk berkoordinasi dengan kelurahan dan melaporkan dengan pemerintah kota setempat.
Nantinya, kata dia, pemerintah kota setempat terlebih dahulu bakal mengecek kesiapan lingkungan sebelum pos kamling tersebut diaktifkan.
"Pos kamling itu juga akan melibatkan pemangku kebijakan terkait lainnya seperti TNI/Polri. Kami sudah berkoordinasi," katanya.
Berita Terkait
-
Tak Lagi Soal Lingkungan: Mengapa Perubahan Iklim Disebut Ancaman bagi Keamanan Nasional Indonesia?
-
Ledakan Guncang Grand Polonia Medan, Lima Rumah Alami Kerusakan
-
Nobar Piala Dunia 2026 BRI Berkesan: Hangat dan Penuh Kebersamaan, Dari Medan Sampai Jakarta
-
Di Balik Krisis Pertalite dan Solar: Saat Kenaikan Pertamax Memicu Efek Domino
-
Pertamina Tambah Armada, Pasokan BBM di Medan Kembali Normal usai Antrean Panjang
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
BNN Sumut Bongkar Sebuah Rumah di Helvetia, Total 8 Kg Sabu Disita
-
Eks Direktur Pelindo Korupsi Pengadaan Kapal Divonis 5 Tahun Penjara
-
Sequis Life Dorong Masyarakat Mengevaluasi Kebutuhan Perlindungan
-
Viral Siswa Seberangi Sungai di Atas Tali, Pemerintah Aceh Desak BNPB Bangun Jembatan
-
2 Anak Medan Ditangkap Kasus Narkoba Lintas Pulau, Modus Kirim Paket Ekspedisi