SuaraSumut.id - Warga yang bermukim di Jalan Sei Kera, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Medan Timur, dibuat heboh dengan adanya spanduk yang terpasang di depan pekarangan rumah.
Isi spanduk bertulisan "Tanah Ini Dikelola Oleh Yayasan Ashabul Kahfi Medan Binaan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri". Salah seorang warga bernama Johan yang rumahnya dipasang spanduk mengaku, keberadaan spanduk itu membuat resah.
"Dampak pemasangan itu orangtua saya umur 60 tahunan, secara psikologis sudah pasti gemetaran. Apabila suatu saat nanti orangtua saya kena serangan jantung gimana," katanya kepada SuaraSumut.id, Kamis (11/11/2021) siang.
"Ini gak main-main (mencatut) Densus 88 Teroris, memang ibu saya teroris. Seperti dicap teroris gitu kita, itu kan meresahkan kita," katanya.
Johan mengatakan, spanduk dengan ukuran sekitar 1 x 3,5 meter dipasang oleh orang suruhan pria berinisial A, pada Rabu (10/11/2021), persis di depan halaman rumah yang dijadikan usaha penjualan es campur.
"Pengancaman sudah, tempo 2x24 jam kalian keluar dari sini, tolong dikosongkan, bila terjadi hal yang tidak diinginkan jangan salahkan," kata Johan.
Tak lama setelah spanduk terpasang, kata Johan, pihaknya lalu berkoordinasi dengan kepala lingkungan, lurah, dan camat setempat.
"Saat pemasangan lurah, kepling dan camat gak tahu, kita koordinasi juga, pihak kuasa hukum, dari Kepling juga, tanpa seizin yang punya rumah tidak boleh dinaikan, jadi malamnya spanduk diturunkan," ungkapnya.
Johan mengaku tidak habis pikir mengapa spanduk tersebut bisa terpasang di depan rumahnya.
Baca Juga: Suporter PSM Makassar Menangis di Jakarta, Minta Pembangunan Kembali Stadion Mattoanging
Dirinya tidak menampik kalau pekarangan rumahnya memang sedang berpolemik, tapi baiknya diselesaikan secara hukum yang berlaku, bukan dengan cara menakut-nakuti.
"Ini kan cara premanisme, cara teror," tandasnya.
Sementara, Roselin Kepling 8 Kelurahan Sidodadi Kecamatan Medan Timur juga mengaku heran adanya spanduk tersebut.
"Nggak ada (tahu dipasang), ini dari pak lurah tadi, ini lingkungan siapa. Apakah tahu spanduk mau dipasang, tidak ada (tahu) makanya saya datang kesini. Kita cuma kepling, mereka yang beurusan soal tanah dan rumah. Kita serahkan aja ke mereka, macam mana jalan terbaik biar aman," ujarnya.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, spanduk tersebut tidak ada kaitannya dengan Polri.
"Tidak ada kaitan apapun dengan Polri. Terkait yayasan akan kita cek," tukasnya.
Berita Terkait
-
Dalam Sehari, Densus 88 Garuk Lima Terduga Teroris di Empat Daerah Jawa Timur
-
Spanduk di Jembatan Ini Viral Karena Salah Ketik, Warganet Jadi Malu Bacanya
-
Spanduk Penutupan Akses Jalan Salah Ketik, Warganet Heboh Soroti Nama Jembatan
-
Densus 88 Juga Tangkap Guru Ngaji Bojonegoro, Diduga Terlibat Teroris
-
Demo Kasus Pelecehan Oknum Dosen Unri, Spanduk Mahasiswa Jadi Sorotan
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Promo Indomaret Hari Ini 7 Mei 2026, Diskon Besar Skincare
-
Promo PHD Spesial Mei 2026, Nikmati Double Box dan Pasta Hemat
-
Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
-
Promo Wingstop Mei 2026, Hematnya Juara Rp 24 Ribuan
-
Mobil Avanza Terjun ke Parit di Sergai, Dua Orang Tewas