SuaraSumut.id - Polisi meringkus komplotan geng motor di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Dua di antaranya dilumpuhkan petugas dengan timah panas.
Aksi geng motor di Medan ini sudah meresahkan masyarakat. Terbaru, dua remaja menjadi korban perampokan dan penganiayaan geng motor di Jalan Cemara Medan. Aksi tersebut juga sempat viral di media sosial.
Polisi akhirnya meringkus empat orang komplotan geng motor tersebut. Dua di antaranya ditembak di bagian kaki saat mencoba kabur saat ditangkap.
"Kami mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Jalan Cemara yang sempat viral itu," kata Kapolsek Medan Timur Kompol Rona Tambunan, Senin (6/12/2021) sore.
Keempat tersangka yang ditangkap yakni AWA (21), FH (19), DIM (17), dan RFS (16). Semuanya merupakan warga Medan Deli dan dua di antaranya ketua dan panglima geng motor.
"Ada yang berstatus pelajar dan juga ada yang sudah tidak sekolah lagi. Nama geng motornya simple life (SL)," kata mantan Kasat Reskrim Polres Solok Kota itu.
Ia mengatakan, dalam aksinya para tersangka bersama dengan gerombolan geng motor yang berjumlah 50 orang, berkonvoi mengendarai motor pada Kamis (25/11/2021) sore di Jalan Cemara Medan.
Tak lama berselang, dua orang remaja laki-laki yakni RW (17) dan MZ (17) melintas naik sepeda motor. Kapolsek mengatakan kedua korban langsung dibacok, sepeda motor dirampas.
"Tersangka menggunakan senjata tajam dan baseball juga. Korban dianiaya oleh empat orang tersangka sehingga lukanya cukup lumayan, ada 7 jahitan (di punggung) akibat perbuatan dari mereka," kata Rona.
Baca Juga: Tiga Desa di Asahan Masih Terendam Banjir, Warga Mulai Terserang Penyakit
Polisi yang mendapat laporan ini, seketika melakukan pengejaran terhadap para tersangka. Empat orang dibekuk dari lokasi terpisah di Medan.
Namun, masih Kapolsek menjelaskan, saat pihaknya melakukan pengembangan untuk mencari barang bukti, tersangka AWA dan FH mencoba melawan petugas kepolisian dan berusaha melarikan diri.
Setelah tembakan peringatan tak diindahkan, personel Unit Reskrim Polsek Medan Timur memberikan tindakan tegas terukur dengan menembak kedua kaki tersangka.
Usai dilumpuhkan dengan timah panas, kedua tersangka lalu diboyong ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk mencabut peluru yang bersarang di kakinya.
"Saya berharap kejadian ini jadi pelajaran buat kita, kemudian saya berpesan untuk orang tua dari pelajar-pelajar kita, sama sama memperhatikan anak-anaknya. Karena ini tergabung dengan grup-grup yang membahayakan keamanan ketertiban," ungkapnya.
Kapolsek mengatakan dari pemeriksaan para tersangka mengaku telah puluhan kali terlibat tawuran geng motor di Medan. "Untuk perampokan baru sekali," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
Imigrasi Sumut Dorong Pencegahan PMI Nonprosedural Lewat 171 Desa Binaan-53 Pimpasa
-
Prabowo Dorong Masyarakat Punya Rekening, BRI Siap Perkuat Inklusi Keuangan Nasional
-
Ratusan Calon Jemaah Haji Asal Medan Tak Diketahui Keberadaannya Sejak 2010
-
Komplotan Rayap Besi Curi Kabel Kapal Kargo di Belawan
-
BRI Multiguna Pre-Approved: Solusi Dana untuk Berbagai Kebutuhan