SuaraSumut.id - Sebanyak sembilan warga asal Binjai dan Langkat, Sumatera Utara (Sumut), yang terjebak konflik Rusia dan Ukraina, akan tiba di kampung halaman, sore ini Selasa (22/3/2022).
Hal tersebut dikatakan Rodiah (33) istri dari Iskandar salah satu WNI yang bekerja di Ukraina, melansir digtara.com--jaringan suara.com.
"Dari jakarta pukul 16.00 WIB sampai Kualanamu pukul 18.15 WIB," katanya.
Mereka berangkat dari Polandia menuju Qatar dan tiba di Jakarta pada Senin 21 Maret 2022. Sebelum dipulangkan ke kampung halaman, mereka menjalani karantina terlebih dahulu selama satu hari.
"Semalam (Senin) sampai di Jakarta pukul 15.00 WIB," katanya.
Dberitakan, sejumlah keluarga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Binjai yang terjebak dalam perang Rusia dan Ukraina, mendatangi Pemkot Binjai, Senin (7/3/2022).
Kedatangan mereka untuk menyampaikan kekhawatiran mengenai kondisi keluarga mereka yang saat ini sedang bersembunyi dari perang itu.
Pihak Pemkot Binjai yang menerima kedatangan keluarga TKI ini lalu menggelar video teleconference dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk segera mengevakuasi sembilan TKI tersebut.
Ritami (42), ibu kandung M Raga Prayuda tampak gelisah saat berada di Pemkot Binjai. Ia memegang erat-erat foto anak laki-lakinya. Wanita ini tak bisa tenang melihat bom berjatuhan terus menerus di lokasi anaknya bekerja.
Baca Juga: Hilang sejak Perahu Terbalik Diterjang Gelombang, Nelayan Sumba Timur Ditemukan Meninggal
"Dia bilang aku baik-baik aja, mamak jangan cemas. Tapi saya melihat langsung lari-lari semuanya, bagaimana saya bisa tenang," tangis Ritami.
Ia mengatakan, saat ini anaknya dan delapan TKI lainnya sedang bersembunyi di bawah bunker di Ukraina. Bahaya terus mengintai akibat perang yang berkecamuk antara Rusia dan Ukraina.
"Sebelum video call sama saya kayaknya masih tenang tenang aja pemerintah, tapi begitu dia (tunjukkan video) lari bom semua mendengar baru adalah solusinya dari sini," ucapnya.
Ritami mengaku sedikit tenang setelah bertemu dan menyampaikan permintaan agar sembilan TKI dengan KBRI.
"Harapan saya segera dievakuasi dalam keadaan aman, penjelasan tadi saya tenang," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
Terkini
-
Indosat Hadirkan AIvolusi5G yang Kini Mencakup Lebih dari 340 Site Kota Medan
-
Telkomsel Lanjutkan Kebijakan Penyesuaian Biaya Berlangganan di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera
-
Ansor Medan Apresiasi Gebrakan Menkomdigi Meutya Hafid Tekan Transaksi Judol hingga 57 Persen
-
Laga Harga Diri di Tanah Rencong, PSMS Medan Siap Tempur Curi Poin dari Persiraja Malam Ini
-
PSMS Medan Bawa 23 Pemain ke Aceh untuk Curi Poin dari Persiraja